Bupati Roby Idong saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Jenjang TK, SD dan SMP se-Kabupaten Sikka pada Selasa, (8/10/2019).

Maumere, Ekorantt.com – Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menghadiri dan membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Jenjang TK, SD dan SMP se-Kabupaten Sikka pada Selasa, (8/10/2019). Diklat tersebut akan berlangsung selama sepekan sejak 8-15 Oktober 2019, dengan total jumlah jam diklat 300 jam. Kegiatan berlangsung di Hotel Wailiti Maumere, Flores-NTT.

Peserta diklat berjumlah 58 orang kepala sekolah dari berbagai jenjang antara lain 2 orang jenjang TKK, 46 orang jenjang SD dan 10 orang jenjang SMP. 

Dalam sambutannya, Bupati Roby Idong menegaskan, kepala sekolah harus memiliki ambisi yang tinggi untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas diri sendiri supaya bisa  memanajemen lembaga pendidikan yang dipimpin. 

Selain itu, Bupati Roby juga meminta kepada para calon kepala sekolah untuk mengagendakan adanya kunjungan rumah khusus bagi anak yang perkembangan kecerdasannya kurang atau lambat.  Kepala sekolah harus berwawasan luas sehingga mampu mengarahkan guru dan peserta didik agar makin maju dan berkembang. 

Bupati Roby menjelaskan, pemerintah menargetkan pendidikan dasar di Kabupaten Sikka harus bekembang baik dengan predikat memuaskan dan bila perlu sangat memuaskan.  

Di Sikka, 60% penduduk berpendidikan SD ke bawah. Bupati Roby berkomitmen keadaan ini akan segera diperbaiki. Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat harus berlangsung selama masa kepemimpinannya.

“Selama kami memimpin, kita harus masuk 5 besar di NTT. Saya akan kawal pendidikan di Kabupaten Sikka,  baik dari segi pendanaan dan juga manajemen sekolah,” kata Bupati. 

Komitmen yang besar ditujukan Bupati Roby Idong kepada anak usia sekolah. Menurutnya, anak usia sekolah harus bersekolah. Jangan ada yang tidak sekolah. Tidak boleh ada kepala sekolah yang mengusir anak karena tidak mampu membayar uang sekolah.

“Saya tidak mau dengar kepala sekolah usir anak dari sekolah karena uang sekolah. Kalau ada maka saya langsung copot kepala sekolah,” tegasnya.

Untuk hal ini Bupati Roby menegaskan, di sekolah sudah ada dana bos juga dana komite sehingga tdk ada lagi alasan untuk usir anak dari sekolah. Sanksi berat harus diberikan kepada Kepsek yang mengusir anak dari sekolah karena belum membayar uang sekolah. 

Kepada para kepala sekolah Bupati Roby memberi wejangan, kepala sekolah harus seperti tanah. Biar diinjak tetap tegar. Juga harus seperti matahari yang bisa menjadi penerang.  Pemimpin harus seperti api yang memberikan kehangatan dan semangat yang membara.

(Sumber: Humas Setda Kabupaten Sikka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here