Senin, 6 Juli 2020

Digaji 130 Ribu Rupiah, Guru Honor di Ende Menangis di Hadapan Wakil Rakyat

- Advertisement -

Ende, Ekorantt.com – Mulut Sumiyati tepat berada di depan pengeras suara yang sudah menyala. Ia diberi kesempatan untuk bicara. Tapi ia tak mampu berkata-kata. Mulutnya kaku.

Tak sadar, air mata basahi pipinya. Ia tak kuasa menahan tangis. Suasana gedung DPRD Ende, Rabu 20 November 2019 pun hening. Semuanya diam. Bahkan, beberapa wakil rakyat ikut menangis.

Selang beberapa saat, Sumiyati menyampaikan keluhannya kepada para wakil rakyat yang hadir.

Sumiyati adalah guru honor yang mengabdi di SD Inpres Onekore Ende selama 12 tahun. Ia digaji 130 ribu rupiah per bulan. Gaji bersumber dari komite sekolah.

Ia sempat tersenyum pada tahun 2018. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Ende menetapkan bantuan insentif bagi guru honor, termasuk dirinya.

Belum genap setahun, senyumnya berubah jadi tangis. Pasalnya, nama Sumiyati tidak terdaftar dalam data penerima bantuan.

Sumiyati datang bersama beberapa guru honor menemui pimpinan DPRD Kabupaten Ende dan anggota Komisi III.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, mereka mempertanyakan persolan insentif yang belum dibayar hingga November tahun 2019.

Selain itu, para guru menyampaikan keluhan tentang perubahan data guru yang diedarkan Dinas P & K Kabupaten Ende. Data yang ada menunjukkan, sebagian guru yang masih aktif mengajar tidak lagi terekam dalam data tahun 2019.

“Kami heran kenapa tahun 2018 kami dapat insentif tapi di tahun 2019 nama kami sudah tidak ada dalam data penerima. Padahal kami masih aktif mengajar,” ujar Arkadius, salah satu guru honor di hadapan anggota DPRD Ende.

Menurut Arkadius, banyak kejanggalan dalam data penerima Bosda yang sudah beredar. Kejanggalan itu antara lain penerima yang telah lulus PNS masih terdata.

Karut marut pengelolahan dana bantuan operasional sekolah yang bersumber dari dana APBD II Kabupaten Ende kini mulai terkuak.

Pada tahun 2018, terdata 1983 orang menerima dana bantuan. Namun pada tahun 2019 tersisa 1085 orang yang menerima bantuan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende dituntut untuk segera menyelesaikan pembayaran insentif kepada Guru Tidak Tetap (GTT). Sayangnya, pembayaran terhambat karena ada kesimpangsiuran data yang diedarkan di sekolah-sekolah.

Fraksi Demokrat DPRD Ende berpandangan, kebijakan pemberian insentif kepada Guru honor tidak tetap terkesan tidak transparan.

“Kita akan pimpin guru guru untuk boikot, jika tidak segerah terbayar,” kata Ketua Fraksi Demokrat Mahmud Jegha usai membacakan pemandangan umum fraksi pada Sidang Paripuna VII, Senin (18/11/2019).

Menanggapi keluhan para guru honor, Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso meminta Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende untuk melakukan pendataan ulang. Pendataan harus lebih akurat agar dapat mengakomodir keluhan para guru yang tidak terdata.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende Kornelis Wara berjanji untuk menunda waktu pembayaran insentif GTT yang semula direncanakan pada tanggal 21 November 2019.

“Akan kita tunda, saya perintahkan ke staf untuk lakukan akurasi Data. Agar tidak berpolemik,” ujar Kornelis

Menurutnya, data guru honor diterima pihaknya melalui para kepala sekolah dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Antara lain, bagi guru SD adalah guru kelas sedangkan Guru SMP adalah guru mata pelajaran.

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Kemenkop UKM Terus Gulirkan Relaksasi Pembiayaan bagi Koperasi di Tengah Pandemi

Jakarta, Ekorantt.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, sebanyak 40 koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sudah 100...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Kisah Perawat Charolin di Pulau Palue, Nikmatnya Mabuk Laut hingga Naik Turun Gunung

Maumere, Ekorantt.com - Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin. Dara 28 tahun ini adalah...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here