Dr. Gerry Gobang

Maumere, Ekorantt.com- Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Kabupaten Sikka (LP3KD) berkomitmen mendidik orang muda Katolik yang cakap dalam iman. Pendidikan itu dilakukan antara lain melalui keterlibatan kaum muda dalam lomba Pesta Paduan Suara (Pesparani) pertama tingkat Kabupaten Sikka tahun 2019. Kegiatan akbar ini berlangsung selama empat hari sejak Kamis (21/11) hingga Minggu (24/11).

“Jangan sekali-kali meremehkan paduan suara karena paduan suara dapat membentuk generasi yang cakap,” ungkap Ketua Umum LP3KD Gery Gobang dalam sambutan pada acara pembukaan Lomba Pesparani ke-1 di Auditorium Nawacita Unipa Maumere, Kamis (21/11 2019) pukul 19.00 WITA.

Pembantu Rektor I Unipa Maumere itu mengakui, sebagai orang Katolik yang baik, LP3KD yang dipimpinnya terpanggil mendidik sesama kaum muda untuk terampil dalam bernyanyi. Hal itu dilakukan melalui ajang perlombaan paduan suara, mazmur, cerdas cermat, dan tutur kitab suci tingkat orang muda, dewasa, dan anak-anak.

Menurut Gerry, tugas LP3KD adalah membina dan mengembangkan iman umat melalui berbagai kegiatan perlombaan di atas. Kelompok paduan suara Sikka pun sudah menoreh prestasi pada ajang Pesparani Tingkat Propinsi  pada bulan April 2018 dan pada ajang Pesparani Pertama Tingkat Nasional di Ambon pada bulan Agustus lalu dengan meraih medali emas.

Gerry menegaskan, kegiatan Pesparani pada hakikatnya tidak sekedar rebut piala dan sertifikat tanda penghargaan. Sekurang-kurangnya, terdapat enam (6) poin inti Pesparani. Pertama, ekspresi diri, artinya peserta dilatih membangun hubungan yng harmonis dengan orang lain. Kedua, memperluas jaringan pertemanan. Ketiga, melatih kompetensi kepemimpinan. Keempat, membangun karakter, kedisiplininan, dan semangat kerja sama dalam tim. Kelima, mempengaruhi kemampuan akademik karena musik dapat menstimulasi otak manusia untuk berpikir, bernyanyi, dan membangun konsep. Keenam, memberikan rasa aman secara psikologis. “Penelitian Paul Smith menunjukan bahwa banyak sekali remaja atau kaum muda yang tergabung dalam paduan suara merasa aman, mampu mengatasi stres, depresi, dan mereka dapat menciptakan persaudaraan yang kreatif dan saling mendukung,” pungkas Dosen Komunikasi Unipa Maumere ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here