‘Soka Papak’, Tarian Khas Adat Sikka saat Menyambut Tamu

Maumere, Ekorantt.com – Seperti halnya terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Sikka, NTT juga ternyata memiliki beragam kesenian.

Tarian atau Soka Papak menjadi salah satu tarian tradisional yang berkembang di Maumere, Kabupaten Sikka. Tari ini merupakan tari adat saat menyambut tamu di wilayah itu.

Menurut Nyong Franco, Ketua Dewan Kesenian Sikka mengatakan makna dari Soka Papak adalah upacara ritual untuk menunjukkan rasa hormat kepada tamu dengan menunjukkan ciri khas adat istiadat yang sangat agung.

“Bagi tamu ini merupakan hadiah atau kado luar biasa karena disambut, dihargai dan dihormati. Jika awal kedatangan tamu diterima dengan baik maka akhir juga akan baik pula,” jelas pelantun lagu Gemu Fa Mi Re yang membooming ini.

Pegiat Seni dan Pembina Sanggar Budaya ini juga menambahkan Tarian Papak juga merupakan seni budaya tradisional warisan leluhur yang memiliki makna yang tinggi yakni penghormatan kepada tamu.

iklan

Hal itu juga ditegaskan Pelatih Sanggar Blutuk Lunung Ha Maumere, Thomas Aquino, yang menegaskan bahwa Tarian Papak merupakan tarian penyambutan tamu yang diiringi dengan tabuhan musik lokal Gong Waning dan para penari berjumlah lebih dari satu orang bahkan ratusan orang.

Thomas pun menjelaskan Soka Papak terdiri dari dua kata. Soka artinya menari dan Papak artinya menyambut dan mengawal.

Zaman dulu, kata Thomas, tarian ini dilaksanakan untuk menyambut dan mengantar raja ke daerah kekuasaan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, terang Thomas, saat ini Tarian Papak juga digelar untuk menjemput pengantin menuju ke tempat pelaminan.

“Setibanya di wilayah itu disambut lagi dengan Soka Papak dari masyarakat di wilayah yang dikunjungi,” ujar Thomas.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka, Indah Pareira, menjelaskan Soka Papak adalah jenis tarian berkelompok yang bertujuan menyambut atau mengiring tamu yang datang ke desa atau perkampungan.

“Seluruh masyarakat menyambut dengan cara menari berbaris mengantar tamu sampai memasuki pintu rumah,”kata Indah.

Ia menambahkan jika hakekat tari adalah gerak maka di Kabupaten Sikka ada dua macam bentuk gerak tari yaitu Soka dan Togo.

Soka dalam bahasa Sikka urainya bisa diartikan sebagai Toja atau Hegong yang berarti menari dengan seluruh torso atau tubuh dan tidak terbatas pada gerak tubuh tertentu saja.

“Penari bebas mengekspresikan gerak tubuhnya secara spontan dan improvisasi. Tidak ada gerak yang pakem. Tergantung suasana rasa penari dan fungsi gerak tari tersebut dan menyesuaikan dengan tabuhan dari musik Gong Waning yang mengiringinya,”urai Indah.

Indah menerangkan bahwa ada berbagai macam Soka yang menjadi tarian di Sikka yaitu Soka Papak, Soka Pleba dan Soka Wainalu.

”Sedangkan yang dimaksud dengan Togo adalah bentuk gerak tari massal yang mengutamakan gerak dasar kaki dan tangan yang terikat dalam gerakan melingkar,” tutur Indah.

Yuven Fernandez

TERKINI
BACA JUGA