Guru SD Transpuan di Larantuka: Yang Saya Ajarkan adalah Ilmu Pengetahuan

Larantuka, Ekorantt.com – Seorang guru Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lewouran, Kecamatan Ile Bura, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, menjadi guru transpuan yang unik, cerdas, dan berbakat.

Sebagaimana disaksikan Ekora NTT melalui kanal YouTube VOA Indonesia, guru tersebut adalah Jessica Aurelia dengan nama lahir Markus Malu Uran.

Sosok transpuan berkulit sawo matang ini berprofesi sebagai seorang ASN yang cerdas dan memiliki mimpi besar menjadi pemimpin yang berguna.

“Saya melihat bahwa anak-anak Indonesia yang berada di pelosok-pelosok itu sangat membutuhkan sosok seorang guru yang bisa mengajar, sementara itu waktu itu di sini kami sangat kekurangan guru,” katanya sebagaimana dikutip Ekora NTT dari kanal YouTube Voa Indonesia, Senin (4/4/2022).

Sosok guru yang tidak asing lagi di wilayah seputaran Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang ini rupanya sangat memiliki prinsip saling menghargai, menghormati, dan tidak boleh saling melihat kekurangan orang lain dan dilihat sebagai bahan tertawaan.

iklan

“Saya tidak pernah merasa bahwa saya berlipstik atau saya ber-make up ke sekolah sebagai sesuatu yang aneh bagi mereka, itu tidak saya rasakan, mereka sangat terima sekali,” kata Aurelia.

Aurelia mengatakan, pihak sekolah dan semua guru serta anak-anak menerimanya lantaran dirinya juga berpendidikan sampai Perguruan Tinggi.

“Buktinya bahwa anak-anak sekarang, anak-anak bekas didikan saya ada yang sudah menamatkan kuliahnya, ada yang sudah menjadi ibu dan bapak rumah tangga dan semuanya pada normal,” tandasnya.

Itu berarti, lanjut Aurelia, dirinya tidak mengajarkan kepribadiannya kepada anak-anak murid atau memengaruhi kepribadian anak-anak.

“Yang saya ajarkan adalah ilmu pengetahuan,” katanya.

Sementara itu, Blasius Boli, Kepala SDK Lewouran mengatakan, Markus adalah sosok guru yang kreatif, cepat tanggap ketika ada hal-hal yang harus diselamatkan di lingkungan sekolah.

“Kalau di sekolah ini dia cepat tanggap, yang berikut, dia orangnya bertanggung jawab,” kata Blasius.

Lebih jauh, sebelumnya, Aurelia merasa ada sedikit penolakan ketika dia dipanggil ‘Pak Guru’, namun karena tuntutan dalam dunia pendidikan, maka Aurelia melihat itu sebagai hal yang normal dan ia menerimanya.

Blasius Boli menambahkan, sebuah alasan menghargai Aurelia karena dirinya adalah seorang manusia yang mesti mendapatkan tempat di hati semua orang karena semua manusia diciptakan memiliki martabat yang luhur.

“Sekalipun kita bilang jenis kelamin kita berbeda atau dalam perjalanan tingkah laku berbeda, tetapi yang utama saya mau lihat di sini sosok dia adalah seorang manusia dan di dalam dirinya tumbuh rasa tanggung jawab dan dia mengambil bagian dalam pelayanan untuk mendidik dan mengajar anak-anak di kampung ini,” kata Blasius.

Yeremias Repang Puka, salah seorang pengurus desa di Nurabelen, Kecamatan Ile Bura mengatakan, untuk wilayah keliling gunung Lewotobi, sosok Aurelia sudah tidak asing karena dirinya dikenal sebagai guru dan juga pelaku UMKM.

“Dia di samping jadi guru, pulang rumah dia buka salon dan itu sangat laku. Biasanya menjelang Natal dan Paskah, Aurelia mendapatkan banyak untuk bikin rambut jadi lurus,” jelas Yeremias yang juga adalah alumni STFK Ledalero ini, Senin (4/4/2022) malam.

Sementara itu, Sedis Kwuta, sosok guru Matematika di SDN Bawalatang mengatakan, bicara tentang transpuan di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura bukan hal baru.

“Karena semua orang di sini sudah mengenal dan mengetahui bahwa para transpuan sangat kreatif dan selalu memiliki usaha-usaha yang menarik banyak orang, tentu mereka sangat produktif dan dari mereka kita belajar banyak hal,” ungkapnya.

Di lain sisi, Agnes Gekalera Uran, kakak Jessica mengatakan bahwa pada awalnya dirinya sempat menolak saat melihat Aurelia memilih jadi transpuan.

“Akhirnya senang juga karena kami terima apa adanya. Awalnya bonus buka salon dan buat rambut, rias-rias, jadi ketika itu kan uang masuk. Awalnya kami tidak mau, cukup jadi guru saja,” kata Agnes.

Namun, Agnes mengungkapkan bahwa, semua itu dilakukan Aurelia demi membiayai keponakan-keponakannya di kampung dan Agnes menegaskan, dirinya lebih menyayangi Aurelia dari semua saudaranya yang lain.

Untuk diketahui, Kepala Sekolah SDK Lewouran, Blasius juga mengatakan, Aurelia akan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin sekolah berikutnya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA