Di Tengah Keterbatasan, SMKN Ndora, Nagekeo Sukses Gelar USBA Perdana

Ia mengaku bangga karena untuk pertama kalinya, para peserta didik mengerjakan soal dengan handphone. Hal itu menandakan bahwa sekolah sudah mengikuti perkembangan teknologi.

Mbay, Ekorantt.com – Sebanyak 44 siswa SMK Negeri Ndora, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, berhasil mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Anroid (USBA).

Ujian akhir yang diikuti siswa angkatan pertama itu berlangsung di ruang praktik siswa Prodi Tata Boga di Sipi, Desa Ulupulu selama lima hari sejak Selasa-Sabtu, 16-20 April 2024.

Mereka berasal dari tiga kompetensi keahlian yakni 10 siswa dari Jurusan Tata Boga/Kuliner, 12 siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), dan 22 siswa dari Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR).

Kepala SMK Negeri Ndora, Simon Sedha, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan USBA adalah hasil dari persiapan matang yang dilakukan oleh sekolah.

“Ini tahun pertama bagi SMKN Ndora untuk melaksanakan UAS secara daring menggunakan HP android. Yang menjadi istimewanya adalah mereka merupakan peserta didik angkatan perdana. Saya mengapresiasi bentuk kerja sama dan tanggung jawab dari bapak dan ibu guru serta para panitia USBA,” kata Simon.

iklan

Simon menjelaskan para peserta didik mendapat pengarahan teknis dari panitia sebelum mengikuti ujian. Hal ini dimaksud untuk memastikan kelancaran jalannya ujian akhir siswa.

Ia mengaku bangga karena untuk pertama kalinya, para peserta didik mengerjakan soal dengan handphone. Hal itu menandakan bahwa sekolah sudah mengikuti perkembangan teknologi.

“Karena ini pertama dan kami masih sangat terbatas. Siswa membawa sendiri handphone yang sudah ada jaringan internetnya,” tutur Simon.

Pengawas Pendidikan Menengah (Dikmen) wilayah Nagekeo, Geradus Satu, mengapresiasi proses USBA sejak awal. Ia juga memuji atas kedisiplinan peserta ujian serta jalannya proses ujian yang aman.

“Para peserta ujian serius mengerjakan soal-soal yang diberikan dan proses ujian berlangsung dengan aman. Ini kebanggaan sendiri,” kata dia.

Keadaan Sekolah yang Serba Terbatas

Semangat sekolah kejuruan untuk mengasah keterampilan dan mencerdaskan anak bangsa di Nagekeo belum sepenuhnya didukung dengan sarana dan pra sarana yang memadai oleh pemerintah.

Simon menjelaskan pihak sekolah terpaksa mengambil langkah seperti membangun ruang kelas darurat, sarana dalam kelas, dan kebutuhan sekolah pada umumnya.

“Dana pernah dianggarkan untuk pembangunan ruang kelas dan kantor tahun lalu hanya karena eksekusinya sudah di akhir tahun makanya dipending ke tahun ini. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda,” katanya.

Di Tengah Keterbatasan, SMKN Ndora, Nagekeo Sukses Gelar USBA Perdana (1)
Bangunan ruang kelas darurat SMK Negeri Ndora di Sipi, Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo (Foto: Dokumentasi pribadi/HO)

Pembina OSIS Ervin Meze menambahkan bahwa pemerintah baru membangun ruang praktik siswa Jurusan Tata Boga yang lengkap dengan peralatannya.

“Untuk ruang kelas ada gedung darurat tapi belum selesai dikerjakan,” kata Ervin.

Untuk diketahui, peserta didik SMKN Ndora sekarang berjumlah 125 orang. Sedangkan total guru dan pegawai sebanyak 23 orang.

TERKINI
BACA JUGA