Rapor Merah Mutu Pendidikan di Kabupaten Kupang

Oelamasi, Ekorantt.com – Mutu pendidikan di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tergolong rendah. Hal ini mengacu pada hasil asesmen nasional tahun 2023

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Bupati Kabupaten Kupang Alexon Lumba saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan SD Negeri Baun I, Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kamis, 2 Mei 2024.

Alexon merincikan pada asesmen nasional tahun 2023 literasi SD di Kabupaten Kupang senilai 38,24, literasi SMP sebesar 36,63, numerasi SD senilai 34,34, numerasi SMP senilai 38,79 dan standar pelayanan minimal bidang pendidikan 53,73.

Karena itu menurut dia, perlu kerja kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

iklan

“Kita harus berjuang bersama sehingga rapor mutu pendidikan warna merah tidak terjadi lagi di tahun 2024.”

“Kita harus bekerja keras sehingga mutu satuan pendidikan kita berubah dari nilai kurang baik menjadi bernilai baik atau memiliki rapor mutu pendidikan bernilai di atas 60,” jelas Alexon saat membacakan sambutan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Wajah Baru Pendidikan Sedang Dibangun

Menurut Nadiem, kata dia, wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan ‘Gerakan Merdeka Belajar’.

“Bertemakan bergerak bersama lanjutkan Merdeka Belajar, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin Gerakan Merdeka Belajar,” katanya.

Namun, lanjut Alexon, butuh waktu yang lama untuk membuat perubahan pendidikan secara menyeluruh.

Nadiem, sebut Alexon, mengklaim wajah baru pendidikan Indonesia sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tentu saja tugas belum selesai.

“Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan,” katanya.

Nadiem mengharapkan semua pihak satu hati, satu suara dan satu tindakan mendukung anak dalam belajar untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan membentuk karakter. Hal ini penting untuk menjadikan anak berprestasi dan berkarakter.

Di akhir masa pengabdian Nadiem sebagai Mendikbudristek, kata Alexon, ‘Gerakan Merdeka Belajar’ bukanlah titik akhir.

Nadiem menitipkan Merdeka Belajar kepada para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar,” ucap Nadiem sebagaimana disampaikan Alexon.

TERKINI
BACA JUGA