Maumere, Ekorantt.com – Pembina Rohani Kopdit Pintu Air, Pastor Paskalis Patut mengatakan, setiap karyawan KSP Kopdit Pintu Air harus menjadi pribadi yang teladan kejujuran.
“Orang yang jujur itu adalah orang yang bergulat dalam sunyi,” kata Pater Paskalis dalam acara rekoleksi bagi jajaran Pengurus Kopdit Pintu Air di Pintar Asia Beach, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat, 12 Desember 2025.
Menurutnya, kejujuran tentu memiliki nilai yang mahal. Sebab, orang yang jujur akan bekerja dalam sunyi.
Dia memberi contoh, seseorang yang tidak mengambil uang ketika berada di depan umum belum tentu jujur, karena tindakan itu bisa saja dilakukan hanya karena banyak orang yang melihat
“Lalu jujur akan menjadi jujur kalau perbuatan itu dalam sepi dan sunyi yang hanya diketahui oleh Tuhan dan saya sendiri memutuskan yang benar untuk tidak mengambilnya,” kata Pater Paskalis.
Selain menjadi teladan kejujuran, ia mendorong, setiap pekerja harus mampu membawa semangat kekeluargaan dan menginspirasi bagi pertumbuhan anggota.
“Mempersembahkan hari kerja kita sebagai doa kepada Tuhan karena kita menjadikan diri kita sebagai utusan pemberdayaan. Sebab, inti dari pelayanan koperasi adalah pemberdayaan anggota,” kata dia.
“Perutusan kita adalah menjadi pembawa saluran berkat bagi perubahan ekonomi dan sosial bagi anggota.”
Pada kesempatan itu, Pater Paskalis juga mendorong setiap karyawan yang berkarya di Kopdit Pintu Air mesti menjadikan dirinya sebagai benih kudus yang selalu siap dalam melayani dan memberdayakan sesama.
Melalui tema ‘Ini aku, Utuslah aku’, Pater Paskalis mengajak peserta mendalami bacaan yang mengulas tentang kegelisahan nabi Yesaya dalam menjawab panggilan Allah.
“Kegelisahan Allah tentang siapa yang akan diutus dan siapa yang mau pergi,” ujarnya.
Menurutnya, kegelisahan itu mestinya menjadi kegelisahan bagi semua orang yang bekerja di Kopdit Pintu Air.
Sebaliknya, bila semua yang bekerja di Pintu Air tidak mempunyai kegelisahan itu berarti tidak mempunyai proyeksi masa depan. Dan yang paling penting dan pertama adalah menyadari kehadiran Tuhan dalam lembaga koperasi.
“Bagaimana menghadirkan tahta Allah di meja kerja kita, aksinya adalah menjadikan dirinya sebagai teladan kejujuran,” kata Pater Paskalis.
Di akhir rekoleksi, Pater Paskalis menekankan bahwa setiap karyawan yang bekerja di Kopdit Pintu Air bukan sekadar profesi tetapi perutusan atau misi yang diberikan Allah.
