Ende, Ekorantt.com – Forum Anak Kabupaten Ende (Foraken) melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Ende terkait fenomena seks pranikah yang semakin marak di Ende.
Surat itu dikemas dalam ‘Suara Anak’ dan diserahkan langsung oleh Ketua Foraken Alexandra Divafirst Djou kepada Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda di Aula Paroki Onekore pada Jumat, 31 Juli 2026.
‘Suara Anak’ berisi tujuh rekomendasi yang mengangkat kasus perilaku seks pranikah pada kalangan anak dan remaja.
Alexandra mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Child-Led Research masih ditemukan fenomena perilaku seks pranikah yang terjadi di kalangan anak dan remaja.
Selain itu, masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, relasi yang sehat, serta dampak dan risiko yang ditimbulkan dari perilaku seks pranikah.
“Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan upaya edukasi, pencegahan, perlindungan, dan pendampingan bagi anak dan remaja melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, keluarga, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Alexandra.
Menurutnya, persoalan seks pranikah masih membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Oleh karena itu, Foraken memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende.
Pertama, Foraken meminta adanya pola edukasi kesehatan reproduksi yang benar, komprehensif, dan sesuai dengan usia mereka.
Kedua, perlu adanya penguatan komunikasi yang positif antara anak dan orang tua mengenai kesehatan reproduksi serta pergaulan yang sehat.
Ketiga, Foraken meminta perlindungan dari perilaku seksual berisiko, kekerasan seksual, dan eksploitasi seksual.
Keempat, perlu adanya ketersediaan layanan konseling yang ramah anak, mudah diakses, dan menjaga kerahasiaan anak.
Kelima, perkuat peran sekolah dalam memberikan pendidikan tentang relasi yang sehat, penghargaan terhadap diri sendiri, dan pencegahan seks pranikah.
Keenam, melibatkan anak dalam penyusunan dan pelaksanaan program pencegahan seks pranikah di Kabupaten Ende.
Ketujuh, perkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mencegah seks pranikah pada anak dan remaja.
Alexandra berharap rekomendasi ini dapat mencegah perilaku seks pranikah pada anak dan remaja di Kabupaten Ende.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda saat dikonfirmasi Ekora NTT secara terpisah, mengapresiasi semangat dan kerja dari Foraken.
“Apa yang menjadi konsen mereka, bahwa mereka harus diberi penjelasan yang benar tentang kehidupan seks. Nah itu satu hal yang bagus. Dan itu memang segera harus ditanggapi oleh pemerintah maupun seluruh masyarakat,” kata Yosef.
Ia mendorong pihak sekolah untuk rutin memberikan edukasi tentang reproduksi dan bahaya seks di luar nikah.
“Imbauan saya kepada seluruh sekolah, khususnya SD dan SMP untuk meluangkan waktu dan ruang buat untuk memberikan penjelasan yang lebih detail dan baik tentang seks, tentang reproduksi maupun soal pranikah dan lain-lain ya. Saya kira itu hal yang bagus buat mereka,” tandasnya.













