Pinjaman Jempola Kopdit Pintu Air Sangat Diminati Masyarakat Sumba Barat Daya

Weetabula, Ekorantt.com– Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Weetabula, Anselmus Tana, mengatakan pinjaman produk layanan dengan sistem jemput bola (Jempola) Kopdit Pintu Air sangat diminati masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Hal itu dibutikan dengan terus bertambahnya jumlah kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan.

Menurut Anselmus, pinjaman Jempola sangat efektif untuk pengembangan anggota baru. Juga memberikan kemudahan bagi manajemen Kopdit Pintu Air dalam melakukan pendampingan sebab penanganannya lebih fokus.

“Lagi pula koordinasinya gampang,” ujar Anselmus dihubungi melalui sambungan teleponnya pada Sabtu, 11 November 2023.

Ia mengaku anggota Kopdit Pintu Air Cabang Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengakui produk layanan Jempola sangat memberikan manfaat bagi mereka.

Manfaat yang diperoleh anggota adalah membebaskan mereka dari jeratan rentenir yang menjual uang dengan bunga yang tinggi.

Keuntungan berikutnya dari layanan Jempola adalah mendapatkan modal usaha  secara cepat dan tidak bertele-tele.

Demikian komentar sejumlah anggota usai menerima pinjaman Jempola di Desa Kalane Rongo, Kecamatan Kodi  Utara, Kabupaten SBD yang direkam Anselmus.

Saat pencairan pinjaman Jempola hadir ketua komite dari Pintu Air. Hadir pula Adriana Gele Bei dan Diana Sarisna Nena sebagai staf relawan, serta Fransiskus Dencang dan Yohanes Umbu Robaka sopir dan mahasiswa magang dari Unika Weetabula.

“Mereka mengakui Jempola telah membebaskan mereka dari jeratan rentenir, pasalnya bunga pinjaman yang dikenakan sangat tinggi bahkan mencapai 20 persen,” ujar Anselmus.

Menurut dia, anggota Kopdit Pintu Air Cabang Weetabula sangat senang karena pinjaman yang diberikan oleh manajemen Pintu Air tidak berbelit-belit.

“Pencairan pinjaman Jempola kepada 40 orang anggota peminjam sejumlah Rp120 juta setelah melewati proses verifikasi,” jelasnya.

Pinjaman Jempola, kata Anselmus, hanya diberikan kepada anggota yang bergabung dalam kelompok dan wajib memiliki usaha. Karena dari usaha itu kelak anggota yang bersangkutan dapat mengembalikan pinjaman pokok ditambah bunga secara teratur.

Usaha anggota yang mendapatkan pinjaman kali ini sangat bervariasi mulai dari dagang keliling seperti jualan sayur dan ikan hingga usaha kios. Juga usaha rumahan seperti jual gorengan dan olahan minuman segar.

TERKINI
BACA JUGA