Maumere, Ekorantt.com – Koperasi kredit Pintu Air kembali mengingatkan anggotanya agar bisa mengelola keuangan keluarga yang lebih bijak dan terarah.
Menurut koperasi ini, masalah terbesar soal uang biasanya bukan karena kurang penghasilan,
tetapi kurangnya rasa percaya.
“Di koperasi, alur uang jelas, dan tujuannya buat kepentingan bersama,” tulis koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ini lewat akun Facebook mereka.
Bila ingin keuangan lebih tenang, menurut Kopdit Pintu Air, mulai dengan sistem pengelolaan yang transparan.
Pada bagian lain, Kopdit Pintu Air menyebut koperasi tetap relevan dengan prinsip kebersamaan di tengah maraknya pinjaman online.
“Di saat banyak yang terjebak pinjol dan gaya hidup instan, koperasi hadir dengan prinsip gotong royong, transparansi, dan kesejahteraan bersama,” tulis Kopdit Pintu Air.
Menurut Kopdit Pintu Air, sejak dulu koperasi sudah memakai konsep yang sekarang disebut sharing economy dan community based finance.
Sharing economy adalah sebuah model ekonomi yang didefinisikan sebagai aktivitas berbasis peer-to-peer (P2P). Sedangkan Sharing community based finance (keuangan berbasis komunitas) adalah model pembiayaan di mana anggota dalam suatu komunitas atau ekosistem mitra saling berbagi akses permodalan
Kopdit Pintu Air berkata, koperasi bukan soal kuno atau modern, tetapi soal sistem yang bikin anggota tumbuh bersama.
“Yuk, mulai kenal lagi sistem koperasi dengan cara yang lebih relate dan kekinian!” ajak koperasi ini.
Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Pintu Air ke-XXX tahun buku 2025 disebutkan pertumbuhan aset naik menjadi Rp2.622.461.171.485 dari Rp2.275.527.045.798 pada tahun 2024 lalu. Angka ini memperlihatkan pertumbuhan sebesar Rp346.934.127.687 atau 15,25 persen.
Lalu, pada tahun buku 2025, Kopdit Pintu Air memiliki 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, 47 kantor tempat pelayanan.
Kopdit Pintu Air mengklaim hadir dengan jaringan luas dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Kopdit Pintu Air mengklaim setiap rupiah yang disimpan di koperasi ini akan menjadi langkah pasti menuju impian masa depan para anggotanya.
“Manifesting aja nggak cukup, kalau nggak dibarengi aksi nyata!” tulis Kopdit Pintu Air.
Manifesting sendiri adalah proses mental dan spiritual untuk mewujudkan keinginan atau impian menjadi kenyataan dengan memanfaatkan kekuatan pikiran, keyakinan, energi positif, serta tindakan nyata.
