Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air menyumbangkan buku dan majalah ke Pondok Baca Kampung Kabor, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 24 Maret 2026.
Penyerahan buku dilakukan oleh Sekretaris Pengurus 1 Kopdit Pintu Air, Agustinus Nong kepada pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang.
Agustinus berkata, literasi harus mulai bertumbuh sejak dini. Apa yang dilakukan oleh Pondok Baca Kampung Kabor mesti didukung.
“Kita menyerahkan majalah dan buku yang lebih banyak mengulas banyak hal terkait literasi keuangan,” kata Agustinus.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengatakan, pemberian buku ke Pondok Baca Kampung Kabor merupakan bagian dari kegiatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Kopdit Pintu Air.
Peringatan HUT kali ini diisi dengan beberapa kegiatan dan salah satunya adalah memberikan sumbangan buku untuk taman baca, kata Jano.
Ide untuk memberikan sejumlah buku dan majalah itu lahir dari keprihatinan akan minimnya sumber bacaan bagi anak-anak. Selain itu, orang lebih senang dengan handphone yang hampir dipegang setiap saat.
Menurut Jano, kebiasaan ini bukan hanya anak-anak, namun juga orang dewasa. Mereka tidak suka membaca buku dengan berbagai alasan. Akibatnya penguasaan literasi, perbendaharaan bahasa, dan pengetahuan sangat minim.
“Kita hanya ingin menanamkan nilai kepada anak-anak agar mereka rajin membaca buku karena dari dalam buku begitu banyak ilmu dan pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi bagi masa depannya,” jelas Jano.
Pengelola Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang mengaku senang dengan sumban buku dan majalah secara gratis dari Kopdit Pintu Air.
Menurutnya, sumbangan itu tentu saja akan bermanfaat bagi anak-anak yang setiap hari datang di Pondok Baca Kampung Kabor.
“Saya sampaikan terima kasih kepada pengurus Kopdit Pintu Air yang telah menyumbangkan buku dan majalah buat kami. Karena dengan buku-buku itu akan ada penambahan jumlah judul buku yang ada di sini,” kata Johanes.

Pondok Baca Kampung Kabor didirikan sejak 7 tahun silam, pada 2019. Pencetus ide awal adalah Yohanes Kia Nunang. Bersama teman-teman yang mempunyai keprihatinan serta visi yang sama, mereka menyulap tempat sampah yang bau busuk di bantaran kali menjadi taman baca.
Gagasan ini disambat baik oleh orang tua yang tinggal di sekitar lokasi itu. Bagai gayung bersambut, Pemerintah Kelurahan Kabor juga menyambut gembira.
Pada lahan dengan luas sekitar 5×15 meter dibangun tiga unit lopo dari bambu dan sebuah bangunan permanen untuk dijadikan tempat penyimpanan buku.
Menurut Yohanes, hingga kini rata-rata 10 sampai 15 orang anak datang membaca dan sekadar bermain. Bahkan mahasiswa datang untuk melakukan penelitian.
“Sekarang saya senang karena sudah semakin banyak judul buku dan majalah tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada orang perorangan atau lembaga yang sumbang buku dengan senang hati kami terima. Kendala kami sekarang masih kekurangan rak untuk tempat menata buku,” ujar Yohanes.
