Pemkab Flotim Kejar Target Cek Kesehatan Gratis di 2026

Ia menyampaikan tantangan besar tahun 2026 sesuai ketetapan nasional, Flores Timur dituntut mampu memenuhi target 46 persen atau 10 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Larantuka, Ekorantt.com – Capaian cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih tertinggal pada tahun 2025. Dari target nasional 36 persen, cakupan kesehatan bagi wilayah berpenduduk 292.128 jiwa itu baru mencapai 28,9 persen.

Dalam rapat koordinasi dan advokasi yang dihadiri Wakil Bupati Ignas Uran bersama kepala puskesmas dan camat se-Flores Timur di Aula Hotel Sunrise Larantuka, Rabu, 13 Mei 2026, pemerintah daerah setempat berjanji bekerja keras mengejar target cek kesehatan gratis di tahun 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Flores Timur, Ferdinandus Mada, mengatakan cek kesehatan gratis menjadi salah satu dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dirancang pemerintah untuk masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

“CKG dapat meningkatkan deteksi dini faktor risiko kesehatan dan penyakit pada seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. Masyarakat juga bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara berkala dan penanganan lebih dini,” kata Ferdinandus.

Menurutnya, CKG dapat mendukung target nasional dalam Renstra Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2025–2029 serta target daerah dalam RPJMD Flores Timur.

Ia menyampaikan tantangan besar tahun 2026 sesuai ketetapan nasional, Flores Timur dituntut mampu memenuhi target 46 persen atau 10 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Target tersebut dirinci untuk beberapa kelompok usia, antara lain, bayi baru lahir 70 persen, balita dan anak-anak prasekolah 55 persen, usia sekolah dan remaja 35 persen, usia dewasa 45 persen, serta lanjut usia 55 persen. 

Ia mengatakan capaian 2025 menjadi evaluasi tersendiri guna perbaikan dalam tahun 2026. Kondisi itu pun menunjukkan perlunya penguatan koordinasi, mobilisasi sasaran, serta pemerataan pelayanan seluruh wilayah kerja puskesmas. 

“Capaian ini menunjukkan pelaksanaan CKG masih memerlukan percepatan. Kita harus bekerja lebih keras,” pungkasnya.

Pihaknya kemudian membahas strategi penguatan pelaksanaan CKG dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan deteksi dini penyakit, baik fisik maupun mental.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, menekankan pentingnya peran puskesmas dan camat dalam mobilisasi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi dukungan pemerintah kecamatan dan desa. 

“Tanpa kerja sama lintas sektor, target sulit tercapai,” ucap dia.

Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, dr Ogie Silimalar, menambahkan pihaknya akan melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala guna memastikan tata laksana yang baik terhadap masalah kesehatan.

“Kita tidak hanya fokus pada angka capaian, tetapi juga kualitas pelayanan. Setiap masalah kesehatan yang terdeteksi harus ditangani dengan tepat agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat program ini,” jelasnya. 

Ogie berkata, program pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam upaya membangun masyarakat yang sehat.

Meski capaian masih rendah, semangat kolaborasi yang ditunjukkan diharapkan mampu menjadi titik balik menuju pencapaian target nasional maupun daerah.

Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA