Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air mengingatkan masyarakat pentingnya menyiapkan dana cadangan untuk menghadapi kondisi darurat yang bisa datang sewaktu-waktu. Imbauan itu disampaikan melalui unggahan resmi lembaga koperasi tersebut di media sosial Facebook.
Dalam unggahan itu, Kopdit Pintu Air menyebut banyak keluarga baru menyadari pentingnya dana cadangan setelah menghadapi situasi mendesak. Kondisi darurat yang dimaksud antara lain biaya kesehatan, kebutuhan keluarga mendesak, hingga penurunan usaha.
“Padahal hidup selalu punya kemungkinan tak terduga. Biaya kesehatan, kebutuhan mendesak, usaha menurun, atau kebutuhan keluarga lainnya bisa datang kapan saja,” tulis Kopdit Pintu Air dalam unggahan tersebut.
Kopdit Pintu Air menilai menyiapkan dana cadangan bukan semata-mata karena rasa takut terhadap masa depan, melainkan bentuk perlindungan bagi keluarga.
“Karena itu, menyiapkan dana cadangan bukan soal takut menghadapi masa depan, tapi bentuk perlindungan untuk keluarga yang kita sayang,” demikian isi unggahan tersebut.
Melalui pesan itu, Kopdit Pintu Air mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih bijak guna menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak terduga.
Koperasi Milik Anggota, Pengurus Hanya Pelayan
Sebelumnya, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Yakobus Jano menegaskan, koperasi pada dasarnya adalah milik anggota.
Sedangkan pengurus koperasi, kata dia, hanya pelayan yang siap membantu memfasilitasi keperluan anggota.
Hal tersebut disampaikan Jano usai menerima penganugerahan Indonesia Award 2023 di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta, pada akhir Agustus 2023 lalu.
Kala itu, Kopdit Pintu Air berhasil membawa pulang piala Indonesia Awards 2023 pada kategori Excellent Awards for Strategic Initiative atas inisiatif dalam mengembangkan Strategi Percepatan Pengembangan Koperasi Unggul.
Menurut Jano, Kopdit Pintu Air ini sudah bertransformasi menjadi lebih modern, sudah masuk dalam digitalisasi secara online. Koperasi ini telah menggunakan sistem aplikasi.
“Jadi, semua orang bisa mengakses aplikasi tersebut. KSP Koperasi Pintu Air telah diawasi dan dibimbing langsung oleh Kementerian Koperasi Indonesia,” jelas Jano.
Di waktu berbeda ia juga mengatakan, Kopdit Pintu Air berkomitmen teguh untuk melayani segenap anggota tanpa membedakan status.
Terlebih perhatian pelayanannya kepada warga nelayan, tani, ternak dan buru (NTTB) sungguh bukti tanda keberpihakan berdasarkan prinsip solidaritas dan kekeluargaan.
“Sistem kerja dari Pintu Air dijalankan secara profesional dengan tetap mengacuh pada semangat kekeluargaan. Pelayanan kepada segenap anggota adalah pelayanan tanpa membedakan status suku, agama, ras dan kebudayaan. Di dalam dan bersama Pintu Air impian kita adalah agar semua orang dapat berdikari karena berkoperasi,” tegas Jano.
Ia menambahkan, kepercayaan anggota kepada Pintu Air sungguh sangat besar. Kepercayaan ini haruslah dijawab juga dengan sistem kerja, pendekatan dan terlebih kapasitas diri yang mumpuni.
“Target kita pada tahun 2025 tercapai satu juta anggota. Ini kerja yang tidak tunggu tahun 2025 baru mulai tapi saat ini sedang dimulai. Harapannya semakin banyak orang yang kita ajak dan rangkul agar bersama Pintu Air,” ujar Jano.
