RUPS Bank NTT Setujui Pergantian Direksi dan Tambahan Modal Rp38 Miliar

Sementara dalam agenda RUPS luar biasa, sesuai rekomendasi OJK, memutuskan posisi Direktur Kepatuhan Bank NTT, resmi diganti dengan Revi Adiana, perwakilan Bank Jatim.

Kupang, Ekorantt.com – Gubernur NTT, Melki Laka Lena sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT mengatakan, RUPS yang berlangsung Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Minggu, 24 Mei 2026, menghasilkan beberapa keputusan.

RUPS tersebut dihadiri seluruh pemegang saham termasuk Bank Jawa Timur (Jatim) yang membahas dua agenda. Pertama, RUPS tahunan tahun buku 2025 yang membahas laporan pertangggungjawaban (LPJ) pengurus Bank NTT, dan rencana bisnis bank.

Kedua, RUPS luar biasa yang memutuskan pergantian direksi dan usulan nama komisaris baru.

“Pada intinya, kami seluruh pemegang saham Bank NTT menerima laporan pertanggungjawaban dari direksi dan komisaris Bank NTT,” kata Melki  kepada wartawan.

Ia menjelaskan, selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus Bank NTT, RUPS juga membahas pembagian deviden kepada masing-masing daerah.

“Besar deviden sama dengan tahun lalu, dan juga membahas bagaimana Bank NTT mendukung program kepala daerah, terutama program prioritas provinsi dan kabupaten/kota se-NTT,” jelasnya.

Sementara dalam agenda RUPS luar biasa, sesuai rekomendasi OJK, memutuskan posisi Direktur Kepatuhan Bank NTT, resmi diganti dengan Revi Adiana, perwakilan Bank Jatim.

“Pak Chris (Adoe) tadi kami sudah berhentikan dengan hormat, dan sesuai rekomendasi OJK, Ibu Revi dari Bank Jatim sudah disetujui menggantikan Pak Chris Adoe. Rencananya hari Selasa dilantik,” ungkap Melki.

Ia menambahkan, RUPS luar biasa juga mengusulkan Plh Sekda Provinsi NTT, Rita Wuisan, untuk menduduki posisi calon komisaris Bank NTT.

“Kami juga sepakat mengubah badan hukum Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda, sesuai rekomendasi dari Kemendagri,” jelasnya.

Di samping itu, RUPS luar biasa juga menyepakati penambahan modal untuk Bank NTT, selain dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk inbreng.

“Dari Malaka ada tambahan modal Rp5 miiar, Alor Rp3 miliar, dan Pemprov Rp30 miliar dan juga menyepakati penggunaan inbreng di luar uang, bisa aset yang bisa jadi penyertaan modal untuk Bank NTT,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA