SMKN 3 Kupang Dorong Lulusan Jadi Wirausaha Mandiri

"Kami ingin lulusan SMK Negeri 3 Kupang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berwirausaha sesuai kompetensi yang dimiliki,"

Kupang, Ekorantt.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kupang mendorong siswa menjadi wirausaha mandiri setelah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 3 Kupang, Altje L. Papote, mengatakan hal ini sejalan dengan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, kompeten serta siap bersaing di dunia kerja maupun menjadi wirausahawan.

“Kami ingin lulusan SMK Negeri 3 Kupang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berwirausaha sesuai kompetensi yang dimiliki,” ujar Altje di Kupang, Rabu 8 Juli 2026.

Altje mengatakan pendidikan kejuruan harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui pembelajaran berbasis praktik, penguatan karakter, serta peningkatan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing peserta didik.

SMK Negeri 3 Kupang sendiri, lanjut dia, memiliki lima program keahlian, yakni Perhotelan, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Kuliner, Busana serta Kecantikan dan SPA.

Seluruh jurusan terus didorong meningkatkan kualitas pembelajaran melalui praktik langsung, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri serta pelaksanaan praktik kerja lapangan.

Altje mengatakan, pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama sekolah agar lulusan mampu menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan dukungan tenaga pendidik, sarana pembelajaran, serta kemitraan dengan berbagai pihak, SMK Negeri 3 Kupang optimistis terus mencetak lulusan yang profesional, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang maupun Nusa Tenggara Timur.

Altje mengungkapkan, berbagai upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, promosi, serta keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dan perlombaan yang berhasil dimenangkan para siswa telah membawa dampak positif terhadap citra sekolah.

Dalam dua tahun terakhir, ia melanjutkan, SMKN 3 Kupang telah berkembang menjadi salah satu sekolah kejuruan favorit di Kota Kupang. Minat masyarakat terus meningkat, termasuk dari peserta didik asal daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Kalau saya lihat dibanding beberapa tahun lalu, siswa masih sulit masuk ke sekolah ini. Sekarang justru banyak siswa dari Kota Kupang yang berlomba-lomba mendaftar di sini,” ujarnya.

Tingginya animo pendaftar, lanjut Altje, belum dapat diimbangi dengan daya tampung sekolah sehingga tidak semua calon peserta didik dapat diterima.

Ia menyebut Jurusan Busana menjadi program keahlian yang paling diminati. Altje berharap lulusan, khususnya siswa asal daerah 3T, dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka usaha jahit di daerah asal mereka dengan memanfaatkan tabungan dari beasiswa selama bersekolah.

“Ini mimpi saya. Karena rata-rata anak-anak yang sekolah di jurusan ini berasal dari kabupaten. Mereka nantinya bisa membuka usaha jahit di daerah mereka masing-masing,” ungkapnya.

Jurusan favorit berikutnya adalah Kecantikan dan SPA. Menurut Altje, para alumni telah ikut mempromosikan sekolah melalui keberhasilan mereka membuka usaha jasa rias wajah yang melayani berbagai acara, termasuk wisuda.

“Jurusan ini bahkan menjadi favorit bagi masyarakat Kota Kupang. Ini mematahkan stigma bahwa anak-anak kota lebih memilih SMA dibanding sekolah kejuruan,” ujarnya.

Sementara itu, urutan jurusan favorit berikutnya adalah Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Perhotelan, dan Kuliner.

Meski Jurusan Kuliner belum menjadi pilihan utama calon siswa, lulusannya tetap mampu bersaing di dunia kerja. Altje menyebut sedikitnya 10 alumni tahun lalu telah diterima bekerja di salah satu hotel ternama di Indonesia, yakni Hotel Nihi Sumba.

“Dengan sekolah di sini, siswa dididik untuk memiliki peluang besar masuk dunia kerja maupun membangun usaha sendiri,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA