Berau, Ekorantt.com – Sejumlah anggota yang mengikuti sosialisasi di Desa Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu, 30 Mei 2026, meminta pengurus Kopdit Pintu Air segera membangun gedung kantor di wilayah tersebut untuk mendukung pelayanan keuangan.
Hingga kini, jumlah anggota sudah lebih dari 200 orang. Apalagi ada potensi penambahan anggota dari empat kecamatan yang berpenduduk lebih dari lima puluh ribu orang.
Koordinator Titik Kumpul Talisayan Berau Pesisir, Fransiskus Laurensius saat berdialog dengan tim kantor pusat, mengaku selama ini anggota yang hendak bertransaksi harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Sangatta.
Fransiskus berharap pengurus Kopdit Pintu Air agar mempertimbangkan pembangunan kantor di Berau agar anggota memperoleh kemudahan dalam bertransaksi keuangan.
Menurut dia, anggota telah merasakan manfaat yang diberikan Kopdit Pintu Air. Mereka mendapat dukungan modal untuk mengembangkan usaha di bidang perkebunan, khususnya budi daya tanaman kelapa sawit. Kemudian, di bidang hortikultura seperti menanam jagung, tomat, cabai dan semangka.
Tim Kantor Pusat Kopdit Pintu Air yang hadir dalam sosialisasi kala itu, yakni Vinsensius Deo dan Abdul Rahman Na’u.
Kegiatan sosialisasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaksanakan di enam lokasi. Titik pertama berlangsung di Desa Tambudan, Kecamatan Batu Putih. Titik kedua di Desa Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan. Titik ketiga di Desa Sumber Agung, titik keempat di Desa Sumber Mulia, titik kelima di Desa Dumaring, dan titik keenam atau terakhir di Desa Kayu Indah.
Menurut Vinsensius, Kopdit Pintu Air lahir dari kesadaran bersama untuk membangun dan memperkuat ekonomi keluarga melalui semangat gotong royong. Koperasi ini berawal dari 50 orang yang menjadi penggerak dasar dan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berpegang pada moto “Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu”, Kopdit Pintu Air terus menjalankan program pemberdayaan anggota secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, koperasi berupaya mendorong anggota mencapai kemandirian ekonomi melalui peningkatan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat kehidupan rohani dengan semangat ora et labora (berdoa dan bekerja).
”Hanya melalui kebersamaan kita berdoa dan bekerja agar dapat mencapai sukses. Dengan cara ini kita dapat memerangi rentenir yang bergentayangan di mana-mana termasuk pinjaman online ilegal,” tutur Vinsensius.
Sementara itu, Abdul Rahman Na’u, memaparkan berbagai produk dan layanan unggulan yang menjadi daya tarik bagi anggota.
Menurut dia, salah satu keunggulan Kopdit Pintu Air terletak pada beragam jenis simpanan yang menawarkan suku bunga kompetitif dibandingkan dengan sejumlah lembaga keuangan lainnya.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas perlindungan bagi anggota menjadi salah satu layanan yang paling diminati.
Perlindungan tersebut mencakup bantuan bagi anggota yang menjalani perawatan inap di rumah sakit serta santunan kematian bagi anggota yang meninggal dunia.
Abdul mengatakan, tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang. Karena itu, menjadi anggota Kopdit Pintu Air merupakan salah satu bentuk persiapan menghadapi risiko tersebut, termasuk dalam hal pembiayaan pemakaman, sehingga tidak sepenuhnya membebani keluarga yang ditinggalkan.
“Setidaknya koperasi akan membiayainya. Tapi dengan syarat mesti selalu aktif setiap bulan,” jelas Abdul.
Selain itu, Kopdit Pintu Air juga menyediakan produk bagi pendidikan anak melalui simpanan pendidikan serta beasiswa bagi anak-anak berprestasi mulai dari jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi.
