Warga di Manggarai Timur Akui Belum Dapat Bantuan, Minta Pemerintah Segera Turun Langsung

Yoseph Sudirman, warga Lamba Leda Timur juga mengaku belum dapat bantuan apapun dari pemerintah maupun pihak swasta.

Borong, Ekorantt.com – Warga Manggarai Timur masih bertahan secara mandiri pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Hingga kini, warga setempat mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dan menuntut pemerintah segera turun dan memantau langsung ke lokasi.

Ejhi Serlenso, seorang salah seorang warga Elar menyatakan, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo membuat rumah warga di wilayah tersebut banyak yang mengalami rusak.

Selain itu, fasilitas umum pun ikut mengalami kerusakan. Bahkan sebagian warga bahkan menderita luka-luka akibat tertimpa material bangunan.

“Meski kerusakan meluas, hingga kini belum ada bantuan yang sampai ke tangan warga,” kata Ejhi.

Ia berkata, warga memilih evakuasi mandiri sebagai antisipasi terjadinya gempa susulan. Sebagian warga mendirikan tenda darurat di pinggir jalan maupun di lapangan terbuka.

“Saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan anak-anak,” ungkapnya.

Warga juga sangat membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumah mereka, tambah Ejhi.

Karena itu, ia mendesak pemerintah segera turun langsung ke lokasi, bukan sekadar mengeluarkan perintah atau imbauan.

“Pemerintah harus turun langsung ke pelosok-pelosok desa. Jangan hanya memberi perintah lewat grup pesan. Di sini jaringan tidak ada dan listrik mati. Akibatnya, informasi jadi sangat lambat sampai ke kami,” tegas Ejhi.

Yoseph Sudirman, warga Lamba Leda Timur juga mengaku belum dapat bantuan apapun dari pemerintah maupun pihak swasta.

Padahal, dampak gempa yang terjadi di wilayahnya sangat serius. Sekitar puluhan rumah warga mengalami rusak parah. Terlebih warga yang alami luka saat terjadinya gempa.

“Sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.

Pendataan korban maupun kerusakan pascagempa 7,7 magnitudo di wilayah Provinsi NTT masih terus dilakukan petugas. Lebih dari 50 warga meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

Dikutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data sementara pada Minggu, 16 Agustus pukul 16.00 WIB, total  korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Kabupaten Manggarai Timur tercatat 20 orang yang meninggal dunia.

TERKINI
BACA JUGA