Borong, Ekorantt.com – Kepala Basarnas, Mohammad Syafii bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur pada hari ketiga pascagempa bumi, Senin, 17 Agustus 2026.
Mohammad Syafii berkata, Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD NTT hingga pukul 15.00 Wita, tercatat sebanyak 187 orang menjadi korban, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.
Untuk Manggarai Timur, pendataan sementara unsur SAR pukul 16.40 Wita; meninggal dunia 24 orang, luka berat 25 orang, luka ringan 29 orang.
“Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” terang Mohammad.
Karena itu, ia meminta warga untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh mengingat gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Mohammad Syafii juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pascagempa.
Kolaborasi antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses penanganan dapat berjalan baik.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam di wilayah terdampak.
“Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak,” kata Mohammad.
Menurutnya, sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.
Selanjutnya, 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250.
Kemudian sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR.
Secara keseluruhan, katanya, penanganan gempa bumi ini melibatkan 711 personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak.
Ia bilang, pengerahan personel dan sarana pendukung terus dikoordinasikan untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan efektif dan optimal.
“Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa,” ucap Mohammad.













