Mbay, Ekorantt.com – Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Mbay, Emanuel Sargosa Loke, menyebutkan bantuan dari koperasi tersebut terjangkau hingga ke wilayah pelosok di Kabupaten Nagekeo.
Perluasan penyaluran bantuan ke pelosok karena wilayah tersebut merupakan pusat gempa Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Emanuel berkata, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut juga memberi dampak parah di daerah pelosok selatan Nagekeo.
“Penyaluran bukan hanya di wilayah utara, tetapi menjangkau hingga ke wilayah pelosok seperti Tuanio dan Ratedao,” kata dia dari Mbay, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam proses penyaluran bantuan, Emanuel menyebutkan, Kopdit Pintu Air Mbay menyiapkan tiga ton beras, minyak goreng, telur, gula, dan mie.
“Jadi bantuan ini kami kemas dalam satu paket lalu kami salurkan ke sasaran korban,” kata Emanuel.
“Kami prihatin karena Nagekeo menjadi daerah pusat gempa. Banyak warga terdampak dan kehilangan anggota keluarga, rumah-rumah rusak dan bahkan kehilangan pendapatan,” ujar dia.
Ia menjelaskan kegiatan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak Rabu pekan lalu. Bantuan disalurkan langsung ke sasaran korban maupun ke posko dan dapur umum.
Di wilayah utara Nagekeo hingga Ngada, pihaknya menyalurkan di beberapa posko pengungsian dan dapur umum.
“Di Riung dan Bekek kami alokasi ke posko dan dapur umum Paroki Bekek. Dapur umum itu menangani sekitar tujuh desa. Kami disambut oleh Pastor Paroki Romo Wempi,” kata Emanuel.
Selanjutnya, mereka juga menyalurkan bantuan ke Nggolonio, Lengkosambi, Dhawe, Towak, Aeramo, dan beberapa korban dalam kota Mbay.
“Kalau di Mbay ini sasaran langsung ke rumah-rumah korban. Karena tiga posko terpusat itu banyak yang disentuh,” kata Emanuel menandaskan.
