Kupang, Ekorantt.com – Peresmian Kantor Cabang Alak menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota dan masyarakat di wilayah Alak.
Kehadiran kantor cabang tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan, pendampingan usaha, serta mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Ketua Komite Cabang Alak, Bibiana Tasi, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kantor Cabang Pembantu (KCP) Alak sebelumnya merupakan bagian dari Cabang Kupang.
Namun, seiring meningkatnya jumlah anggota dan kebutuhan pelayanan masyarakat, KCP Alak kemudian berkembang menjadi cabang tersendiri.
Bibiana mengatakan, sejak berdiri pada 15 Maret 2023, jumlah anggota KCP Alak tercatat sebanyak 1.013 orang dengan total aset Rp12,2 miliar. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan hingga April 2026.
“Ketika berdiri pada 15 Maret 2023, jumlah anggota baru mencapai 1.013 orang dengan aset Rp12,2 miliar. Hingga April 2026, jumlah anggota meningkat menjadi 2.657 orang dengan total aset mencapai Rp31,4 miliar,” ungkap Bibiana saat peresmian kantor cabang ke-62 dari KSP Kopdit Pintu Air di Jalan M. Praja, Kelurahan Alak, akhir Mei lalu.
Selain pertumbuhan jumlah anggota dan aset, perkembangan koperasi juga terlihat dari saldo simpanan saham yang telah mencapai lebih dari Rp7 miliar.
Sementara itu, saldo simpanan nonsaham tercatat sebesar Rp9,9 miliar dan pinjaman beredar mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Bibiana berharap, dengan diresmikannya Kantor Cabang Alak, pelayanan kepada anggota semakin optimal, khususnya dalam pendampingan usaha dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh anggota terus membangun koperasi dengan rasa memiliki, tanggung jawab dan semangat perjuangan bersama,” katanya.
Peresmian Kantor Cabang Alak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap kesejahteraan ekonomi anggota dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Djano menuturkan perjalanan koperasi yang berdiri sejak tahun 1995 itu dimulai dari kelompok kecil masyarakat desa yang dibangun atas semangat solidaritas dan saling membantu.
Menurutnya, tujuan utama koperasi bukan semata mencari keuntungan, tetapi membangun kesejahteraan bersama melalui gerakan ekonomi rakyat yang inklusif.
“Hari ini KSP Kopdit Pintu Air telah memiliki lebih dari 503 ribu anggota di seluruh Indonesia dengan total 129 jaringan pelayanan, mulai dari kantor cabang, kantor cabang pembantu hingga kantor kas,” jelasnya.
Yakobus juga mengajak masyarakat membangun budaya menabung dengan pola hidup sederhana, yakni mendahulukan tabungan sebelum pengeluaran.
Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi salah satu kunci utama peningkatan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab dan semangat pelayanan dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, koperasi harus hadir sebagai sarana pemberdayaan masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun golongan.
