Anggota DPRD: Proyek Pokir di Detuara Belum Dikerjakan Tapi Sudah di-PHO

Maumere, Ekorantt.comAnggota DPRD Sikka, Beatus Wilfridus Jogo yang dikonfirmasi Ekora NTT, Sabtu (26/1) memiliki pendapat yang berbeda dengan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sikka, Frans Metsen.

Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Datus ini mengaku, hingga saat ini proyek rabat yang berlokasi di Kampung Detuara belum dikerjakan sama sekali.

Kontraktor hanya mengangkut material dan peralatan kerja saja. Baginya, salah kalau pihak PUPR Sikka mengatakan pekerjaan untuk rabat di Detuara sudah dikerjakan sepanjang 75 meter.

Datus bahkan merasa heran mengapa proyek tersebut sudah dikatakan selesai oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditandai dengan proses Provisional Hand Over (PHO).

“Proyek ini pakai lelang jadi kami tidak tahu-menahu soal siapa yang menang dan kerjakan. Saya kurang mengerti bagaimana pekerjaan itu belum diselesaikan tapi PPK sudah PHO,” ungkap Datus.

iklan

Datus menegaskan, yang mengetahui jelas persoalan ini adalah PPK karena PPK-lah yang melihat dan menghitung persentase kerja proyek tersebut guna proses pembayaran.

Lebih lanjut, Datus menduga kontraktor yang mengerjakan proyek itu tidak memenuhi kualifikasi sehingga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan.

Menurut info yang diperolehnya, kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan karena tidak mampu membayar upah tukang.

“Saya dapat info dari masyarakat kalau kontraktor tawar harga tukang terlalu rendah sehingga tukang tidak mau kerja. Sekarang kita lihat saja, material dan alat kerja sudah di lokasi kerja tapi tidak ada yang mau kerja. Makanya sampai sekarang mubazir,” ungkap Datus.

TERKINI
BACA JUGA