Cerita HAN bersama SimpaSio Institute di Larantuka

Larantuka, Ekorantt.com – Untuk kedua kalinya SimpaSio Institute di Larantuka menyelenggarakan “Festival Serwisu Berbuda”, Pesta Anak-Anak dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional (HAN), 23 Juli 2019.

Seperti tahun lalu, festival ini berlangsung selama sepekan dengan menggelar beragam kegiatan seperti lomba mewarna, mendongeng, permainan tradisional, bakti sosial, anjangsana ke panti asuhan Bhakti Luhur, dan kelas menari bersama seniman tari dan penggiat literasi asal Jogjakarta, Trivosa Eviria.

Pada hari puncak, sejumlah kegiatan digelar seperti mini workshop, panggung apresiasi, dan pemeriksaan kesehatan bersama dr. Aries Langoday, dr. Ardy Hongi dan perawat gigi Ino Werang.

Materi mini workshop terdiri dari merajut gelang bersama Vera Korohoma, membuat gantungan kunci berbahan flanel bersama Yesi Da Silva, mengolah sampah plastik menjadi pot bunga bersama Frangko Nalele, membuat miniatur rumah bersama Atmo Lein, belajar mengenal hewan laut dan pelestarian lingkungan bersama Monika Bataona dan Arif dari Misool Baseftin.

Keterlibatan anak-anak dalam rangkaian kegiatan ini boleh dibilang lumayan. Jumlah mereka di atas seratus anak.

iklan

Hal ini mungkin karena perayaan HAN tahun ini melibatkan sejumlah komunitas taman baca seperti Taman Baca Hutan 46 Waibalun, Rumah Litersi Makotha Eksplore, Taman Baca Rabboni, Kelompok baca anak di Waihali, Pohon Sirih, Lewolere, Tabali dan Weri.

Setiap komunitas membawa anak-anaknya ke sekretariat SimpaSio Institute. Dengan penuh riang anak-anak itu berbaur, saling mendapatakan teman baru.

Masing-masing kelompok menunjukkan kebolehannya. Sungguh mereka mengalami dunianya yang riang dan ceria.

Bagi pegiat SimpaSio Institute, Magdalena Eda Tukan, nilai yang bisa diperoleh dari kegiatan seperti ini adalah anak-anak bisa membangun kebersamaan dan persahabatan di antara mereka.

“Sungguh mengalami dunianya yang penuh fantasi dan imajinasi. Dengan itu sejak dini mereka tidak terjebak dalam pengaruh-pengaruh digitalisasi yang memasung perkembangan potensi diri,” kata Eda Tukan.

Bila ditakar dengan biaya, tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk membiayai pelaksanaan Festival Serwisu Berbuda. Namun semua itu tidak menjadi penghalang, karena banyak anak muda Sahabat SimpaSio tulus menjadi relawan.

Anak-anak muda dari beragam latar belakang disiplin ilmu yang memberi diri untuk kegiatan ini dan tergabung dalam tim kreatif SimpaSio Institue. Mereka adalah Eda Tukan, Frangko Nalele, Ratih Lamwuran, Ani Halan, Atmo Lein, Eppy Anastasya, Elsa Hayon, Cindy Hayon, Tyll Kelen, Rian Diaz yanto, Monika Bataona, Whisnu Satria, Fanny Nahak, Ronald Pati Diaz dan Roy Dimu.

Mereka peduli dengan persoalan anak-anak dan ikhlas memberi waktu, ide, tenaga, dan apa saja yang dimilikinya untuk memfasilitasi kegiatan. Juga banyak pihak ikhlas memberi dukungan dari apa yang mereka punya.

“Dana bukan soal untuk dapat menyelenggarakan sejumlah kegiatan bagi anak-anak. Cinta dan kepedulian pada generasi penerus bangsa inilah merupakan modal bagi terselenggaranya kegiatan edukasi dalam mempersiapkan generasi bangsa memasuki tantangan era 4.0 yang serba digital,” jelas Eda Tukan.

Dana memang diperlukan, namun memulai sesuatu dengan hanya memprtimbangkan kesediaan dana justru menjadi penghalang utama dalam mewujudkan semangat mengabdi dan melayani.

Bagi anak-anak, bukan soal mewahnya suatu kegiatan, melainkan bagaimana kegiatan-kegiatan itu menyenangkan dan menyentuh kebutuhan mereka. Dengan tenda sederhana suatu kegiatan besar dapat dibuat bagi anak-anak.

Malahan anak-anak lebih betah bermain-main di alam terbuka daripada di dalam ruang yang dibatasi tembok dan panggung yang menciptakan jarak.

Bagi SimpaSio Institute, setiap kegiatan disikapi sebagai media belajar akan hal – hal yang sungguh menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak. Setelah usai suatu kegiatan langsung dibuat evaluasi untuk melihat kekuatan dan kelemahan sebagai inspirasi untuk menggaskan kegiatan berikutnya.

SimpaSio Institute berperan mengakomodasi dan memfasilitasi kepedulian berbagai pihak pada anak dan persoalan mereka. Mari berama SimpaSio Institute kita memaknai dan merayakan Hari Anak Nasional sebagai wujud perhatian kita dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

Tim SimpaSio

TERKINI
BACA JUGA