Kondisi jalan di Kecamatan Aesesa Selatan. (Foto: Belmin Radho/Ekorantt.com)

Mbay, EKORA NTT – Persoalan infrastruktur sarana transportasi memang masih menjadi momok bagi siapapun bila hendak ingin menikmati objek wisata di Kabupaten Nagekeo. 

Pariwisata Nagekeo yang menjual keindahan alam, budaya dan kekayaan ekologi masih terkendala buruknya sarana dan akses transportasi.

Di Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan misalnya. Sampai saat ini, ruas jalan menuju kampung wisata tersebut telantar dalam kondisi rusak parah. Masyarakat setempat mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan hal ini.

Berdasarkan pantauan Ekorantt.com, beberapa titik di ruas jalan menuju Desa Rendu berlubang. Beberapa bahu jalan rusak akibat terkikis air hujan.

Kondisi terparah berada berada kecamatan Aesesa Selatan, tepatnya di pertigaan kampung Lari sampai jembatan Aemau.

Fidelis Toli salah satu pengendara sepeda motor yang sering melintasi daerah tersebut mengaku, kondisi ruas jalan tersebut sudah lama rusak dan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo.

“Ruas jalan ini bukan saja menuju kampung wisata Tutubadha, tetapi jalan alternatif tercepat bagi warga dari kecamatan Boawae dan kecamatan Aesesa Selatan yang hendak menuju kota Mbay atau sebaliknya, sehingga perhatian serius dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan”, ujar Fidelis.

Menurut Fidelis, para pengendara yang melewati ruas jalan tersebut harus ekstra hati-hati karena beberapa bagian jalan penuh dengan lubang. Bahkan, kerikil yang berasal dari jalan-jalan yang rusak tersebut berhamburan begitu saja di badan jalan.

Thomas Mega Maso, anggota DPRD Kabupaten Nagekeo asal partai NasDem ketika diwawancarai Ekorantt.com di kantor DPRD Nagekeo, Senin (07/11/2019) mengatakan pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah kabupaten Nagekeo untuk segera melakukan perbaikan ruas jalan tersebut.

“Kita akan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan penuh mulai dari jalan, bahu jalan, dan drainase, sehingga ke depan tinggal pemeliharaannya saja,” ungkap politisi NasDem tersebut.

Menurutnya ruas jalan tersebut sudah masuk dalam kategori ruas jalan dengani mobilitas yang tinggi di kabupaten Nagekeo. Selain menuju kampung wisata Tutubhada, ruas jalan tersebut menghubungkan dua kecamatan dengan kota Mbay sebagai ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Belmin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here