Jumat, 29 Mei 2020

Kosmas Dua, si Buta yang tetap Bekerja Demi Menghidupi Anak dan Istri

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Namanya Kosmas Dua. Tinggal di RT 20/RW 06, Keluarahan Waioti, Maumere, Kabupaten Sikka. Pria berusia 66 tahun ini buta total sejak tahun 2005.

Sejak divonis dokter menderita terkena penyakit gula dan membuatnya buta, Kosmas awalnya pasrah dan tak bekerja. Rencana awal untuk operasi mata tak jadi kenyataan karena terbentur biaya.

Pasrah di rumah dan tak bekerja ternyata memengaruhi pendapatan ekonomi keluarga dan juga pendidikan anak-anak.

Setelah tahun sebelum-sebelumnya berprofesi sebagai pekerja serabutan dan penjaga gudang, Kosmas nekad menjadi pemulung sekalipun buta.

“Saya sudah hafal jalan dan tempat-tempat di kota Maumere jadi saya pake rasa saja. Saya nekad bekerja agar kami sekeluarga bisa makan”, tutur Kosmas.

Aktivitasnya sejak tahun 2005 adalah setiap pagi pukul 05.30 WITA adalah  menyusuri jalan dan lorong-lorong di Kelurahan Waioti dan kota Maumere hanya untuk memungut barang rongsokan seperti kardus, botol kemasan plastik dan aneka sampah yang bisa dijual kembali.

Kosmas tidak pernah khawatir terjadi bahaya yang mengancam seperti ditabrak kendaraan.

Ia akan dengan setia melintasi toko Batu Gajah, Roxy dan depan toko Rejeki Express hanya untuk memungut barang-barang ronsokan tadi.

“Ketika ada tanda lalu lintas lampu merah dan semua kendaraan berhenti saya berusaha menyeberang. Jika tidak bias, saya selalu berusaha meminta bantuan,” katanya.

Dirinya pun bersyukur karena selalu ada orang yang membantu untuk menyeberanginya.

Setiap hari rutinitasnya dimulai saat keluar dari rumah pukul 05.30 dan akan kembali dengan sejumlah barang rongsokan di pundak pada pukul 11.00 WITA.

Maria Mimpiana, istri dari Kosmas Dua mengaku pasrah pada keadaan yang menimpa suaminya. Setiap hari ia ikut membantu suaminya memilah aneka barang rongsokan dan mengepaknya untuk dijual.

“Lumayanlah dari sampah kami bisa dapat uang Rp 300-400 ribu setiap dua atau tiga bulan. Selain mengepak barang-barang ronsokan, saya menjual sayur dan tomat untuk tambah-tambah penghasilan,” ujar Maria.

Dirinya mengaku tetap bersyukur dan berharap ada  bantuan dari Pemerintah untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

“Anak kami ada lima orang. Ada dua yang sudah tamat SMA dan tiga lainnya masih bersekolah. Semoga ada bantuan beasiswa untuk anak-anak kami. Kami juga setiap hari konsumsi air asin dari sumur jadi semoga ada bantuan untuk kami,” demikian harapan Kosmas Dua dan Maria Mimpiana.

Badai kehidupan yang menerpa pasutri sudah dijalaninya selama 14 tahun. Bagi Mimpiana, pahitnya hidup yang dialami tidak pernah membuatnya putus asa.

Yuven Fernandez

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

2.630 Pelaku Perjalanan Melintas di Posko Weri Pateng Manggarai Sepekan Terakhir

Ruteng, Ekorantt.com - Sejak beroperasi 15 Mei 2020 lalu, posko pengawasan pelaku perjalanan di Weri Pateng, Desa Persiapan Redo, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai telah...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Alumni SMAK Setia Bakti Sumbang Masker untuk Pedagang di Kota Ruteng

Ruteng, Ekorantt.com - Alumni SMAK Setia Bakti Ruteng angkatan tahun 2015 membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada para pedagang di Pasar Inpres...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BNI dan Pelindo Bagi Sembako dan APD untuk Warga Ende

Ende, Ekorantt.com - PT Bank Negara Indonesia Cabang Ende dan PT Pelindo Cabang Ende memberikan bantuan Sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi warga...

HMI Sikka Bagi Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

Maumere, Ekorantt.com - Mahasiswa IKIP Muhammadyah dan Universitas Nusa Nipa Maumere yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sikka memberikan Sembako untuk masyarakat yang terdampak...

Urus Protap di Perbatasan, AMAN Minta Bupati di Flores Tanggalkan Sentimen Wilayah

Ende, Ekorantt.com - Perbedaan penerapan Prosedur Tetap (Protap) perbatasan antar-kabupaten di Flores menimbulkan pergunjingan yang panas di tengah usaha mencegah penyebaran Covid-19. Timbulnya beberapa...

Satgas Covid-19 Kawal Jalan Tikus di Perbatasan Flotim-Sikka

Larantuka, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Wulanggitang mengawal ketat jalan tikus di perbatasan Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Camat...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here