Maumere, Ekorantt.com – Koperasi Kredit Pintu Air menargetkan pembentukan 500 kantor cabang di seluruh Nusa Tenggara Timur guna memperluas akses layanan koperasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui layanan keuangan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Tanpa menabung, siapa pun tidak akan berkembang. Ini pekerjaan berat kita bersama, termasuk Pak Camat dan Ibu Lurah, untuk berperang melawan kemiskinan,” kata Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano saat peresmian Kopdit Pintu Air Cabang Madawat Maumere di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis, 9 April 2026.
Peresmian cabang Madawat diharapkan menjadi akses baru bagi warga setempat untuk memperoleh layanan keuangan yang sehat, adil, dan inklusif.
Jano mengatakan pembukaan Cabang Madawat merupakan langkah strategis untuk mengurai penumpukan anggota di kantor cabang induk. Menurut dia, kenyamanan pelayanan menjadi prioritas utama.
“Maksudnya supaya ada pendekatan pelayanan dan tidak tumpuk-tumpuk di Cabang Induk.”
Karena kalau jumlahnya terlalu besar, pelayanan menjadi kurang maksimal meski karyawan sudah siap lahir batin.
“Antrean yang terlampau panjang harus kita hindari,” tegas Jano.
Hingga Maret 2026, sebanyak 4.392 anggota telah terdaftar di Cabang Madawat. Jumlah tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang dinilai dapat menopang kinerja cabang induk sekaligus mempercepat distribusi layanan.
Jano berharap cabang ini dapat berkembang dan melahirkan cabang-cabang baru.
Camat Alok, Rudolf M. Cherubim Newar mengapresiasi kehadiran cabang tersebut dan menyebut Pintu Air sebagai kekuatan ekonomi mandiri di daerahnya.
Ia berharap cabang baru ini tidak hanya melayani transaksi keuangan, tetapi juga membantu masyarakat keluar dari jeratan rentenir melalui layanan yang lebih adil dan manusiawi.
“Saya berharap karyawan Pintu Air juga masuk sampai ke lorong-lorong untuk membasmi praktik rentenir ini dengan pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.
Menurut Newar, keberadaan Pintu Air secara tidak langsung telah berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan kemiskinan di Kecamatan Alok masih tinggi, meski wilayah tersebut berada di pusat kota.
Dari sekitar 31 ribu penduduk Kecamatan Alok, sebanyak 7.000 jiwa berada di Kelurahan Madawat.
