Bajawa, Ekorantt.com – Dari bangunan tua, berdinding seng dan bambu yang terletak di depan terminal Kota Bajawa terdengar deru mesin tua yang menggerus biji-biji kopi. Aroma butiran halus kopi menyeruak bersamaan dengan getaran mesin bersuara kasar itu.
Dengan wajah ceria dan penuh ramah, Wilhelmus terlihat sedang melayani pelanggannya. Ia menghabiskan hari-harinya, menjemput rezeki di bawah naungan bangunan sederhana seluas 14 meter persegi itu.
“Bagi saya usaha giling kopi bukan saja pekerjaan tapi pelayanan,” ujarnya kepada Ekora NTT pada pertengahan April lalu.
Pria yang biasa disapa Om Willy ini mulai merintis usaha giling kopi sejak tahun 2000. Saat itu, ia mendapat modal sebesar Rp1,5 juta dari saudaranya.
“Saya lalu beli mesin giling kopi dan mulai fokus bangun usaha ini,” kata dia.
Usaha giling kopi sangat menjanjikan di Kota Bajawa mengingat potensi kopi yang melimpah di sana. Hampir setiap petani punya lahan kopi yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.
“Memang secara fisik kelihatan kotor karena giling kopi. Tapi saat mesin bunyi, 12 detik kemudian saya terima uang lima ribu, itu kalau satu kilogram,” ujarnya sambil tertawa.
Om Willy menceritakan, dalam sehari ia bisa meraup omzet mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan Rp11 juta lebih dari usaha giling kopi.
“Yang jelas pendapatan saya begitu, itu masih pendapatan kotor, karena harus ada pengeluaran untuk bahan bakar dan perawatan mesin,” tutur dia.
Dari usaha kecilnya itu, ia mampu membiayai pendidikan kedua anaknya, membangun rumah hingga membeli satu unit mobil avanza.
“Saya ada mobil, yang saya beli dari usaha ini,” ujar Om Willy.
Ia sendiri mengaku pernah mendapat dana stimulan pemerintah setempat dalam pengembangan usaha mikro kecil menengah sebesar Rp5 juta pada tahun anggaran 2023.
Dana tersebut ia pakai untuk mengembangkan usaha penggilingan. Saat ini, selain giling kopi, ia membuka usaha giling kacang-kacangan, jagung, beras, daging, dan giling bumbu kering serta usaha parut ubi dan kelapa.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ngada, Primus M. Rea mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan stimulan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Ngada.
“Saat ini tahapan verifikasi kini mulai dijalankan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas program sekaligus menjamin bantuan tepat sasaran kepada penerima yang berhak,” kata Primus.
Ia mengaku anggaran yang disiapkan sebesar Rp2 miliar, yang mana setiap pelaku UMKM akan menerima jumlah yang bervariatif dan disesuaikan dengan skala dan tingkat perkembangan usaha yang dijalankan.
“Kita membantu ini untuk percepatan pergerakan ekonomi pelaku UMKM. Kalau memenuhi syarat, kita bantu. Ini juga tidak ada kaitan dengan politik,” tutupnya.













