Ilustrasi (Foto Dara.co.id)

Ende, Ekorantt.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) fokus melistriki desa-desa di Indonesia melalui program listrik masuk desa. Program ini menyasar beberapa desa di Kabupaten Ende, termasuk Desa Nggesa.

Hal ini tentu saja disambut gembira oleh masyarakat di salah satu desa terpencil di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende ini.

Mereka bergembira karena akses penerangan sebentar lagi akan dinikmati. Tapi sialnya hingga di penghujung tahun 2019, masyarakat Desa Nggesa belum menikmati apa-apa.

Program ini masih sebatas pada pemasangan tiang listrik. Bahkan beberapa wilayah belum terpasang tiang listrik.

Kepala Desa Nggesa, Thomas Edi Nopen

Kepala Desa Nggesa, Thomas Edi Nopen kepada Ekora NTT, Selasa (29/10/2019) mengatakan, masyarakat desanya mempertanyakan kelanjutan proyek listrik yang dimulai tahun 2017 ini. Sejak saat itu hingga penghujung tahun 2019, pengerjaan oleh pihak kontraktor pelaksana atas nama CV Ride Mandiri belum ada kelanjutannya.

“Mereka hanya tanam tiang, namun jaringan baru sebagian yang terpasang. Di desa kami jaringan belum ada,” ungkap Kades Tomi

Menurutnya, masyarakat selalu mempertanyakan perkembangan pelaksanaan kegiatan proyek listrik.

Merespon pengaduan warganya, Kades Tomy pernah menemui pihak PLN Ende untuk menyampaikan keluhan masyarakat. Saat itu, pihak PLN berjanji akan berkoordinasi dengan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Kades Thomas berharap, PLN dan pihak kontraktor pelaksana segera menyelesaikan kegiatan pembangunan listrik di wilayahnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende Vinsen Sangu meminta pihak PLN Flores Bagian Barat untuk segera menyikapi keluhan masyarakat di Kecamatan Detukeli.

“Kita minta pihak PLN Flores Bagian Barat turun pantau di lapangan. Mereka harus mengecek ke lapangan. Sejauh mana tanggung jawab kontraktor. Masyarakat tidak boleh dikorbankan hanya karena ulah kontraktor,” ujar Vinsen.

Dirinya berharap jika kendala terjadi akibat kelalaian pihak kontraktor maka PLN harus memblacklist kontraktor tersebut.

“Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari ulah kontraktor. Kita akan cek ke lapangan,” janji Vinsen. Ekora NTT mencoba menghubungi Manajer PLN Flores Bagian Barat untuk mengkonfirmasi persoalan ini tapi tidak berhasil dihubungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here