Para pemain PSN Ngada melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Palopo 1958 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/12/2019). FERDYBURAH/EKORANTT

Gresik, Ekorantt.com – Segala bentuk ketidakadilan yang terjadi di lapangan hijau harus dilawan, sekecil apa pun tindak ketidakadilan itu.

Kira-kira itulah prinsip yang dijunjung Manajemen Tim Perserikatan Sepakbola Ngada (PSN) saat melayangkan surat protes kepada Match Summary dalam laga antara Gaspa 1958 Palopo Vs PSN Ngada di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/12/19) kemarin. Surat berklasifikasi “segera” itu dialamatkan juga kepada Ketua Umum PSSI Pusat dan Direktur Kompetisi Liga 3 di Jakarta.

Melalui Surat Nomor 25/PSN NGADA/XII/2019 yang diterima Redaksi Ekorantt.com dari Manager PSN Ngada Ferdy Burah, Minggu (15/12/2019), tim managemen PSN Ngada menyampaikan lima (5) poin sebagai berikut.

Pertama, PSN Ngada menyatakan KEBERATAN DAN PROTES KERAS terhadap rekapitulasi  Match Summary Match Day 2 Nomor Pertandingan ke-3 antara Gaspa 1958 Palopo Vs PSN Ngada pada tanggal 14 Desember 2019 pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik.

Kedua, dalam Match Summary dimaksud, terdapat catatan Wasit Cahya Sugandi (Jakarta Timur) yang memirnpin pcrtandingan bahwa Pemain PSN Ngada a.n. KIKEN MENTINUS NIKODEMUS WEA (14) mendapat Kartu Kuning pada menit ke-60 (babak ke-2).

Ketiga, mempelajari catatan hasil pertandingan tersebut, PSN Ngada MENYATAKAN KEBERATAN DAN PROTES KERAS karena fakta di lapangan sesuai rekaman video pcrtandingan dari beberapa sumber (link video terlampir) menunjukkan bahwa pemain PSN Ngada dimaksud tidak pemah mendapat Kartu Kuning.

Keempat, di pihak lain, PSN Ngada juga menyatakan SANGAT KECEWA dan PROTES KERAS terhadap kepemimpinan wasit selama pertandingan berlangsung. PSN Ngada menilai, beberapa keputusan wasit sangat merugikan PSN Ngada. Beberapa fakta lapangan menunjukkan bahwa dalam pemberian hukurnan pclanggaran (pemberian kartu) Wasit Utama terkesan sangat berat sebelah. Sebab, terdapat beberapa pelanggaran fatal yang dilakukan pemain Gaspa 1958 Palopo, tetapi wasit tidak memberikan teguran ataupun kartu seperti yang diberikan pada pemain PSN Ngada.

Kelima, PSN Ngada siap dipanggil apabila pertandingan dimaksud dievaluasi oleh Komdis PSSI.

Seperti diberitakan sebelumnya, Midfielder PSN Ngada Kiken Wea terancam absen akibat akumulasi kartu kuning dalam laga PSN Ngada Vs Putra Sunan Giri pada Senin (16/12/2019) besok. Dua pemain PSN Ngada yang sudah pasti absen akibat akumulasi kartu kuning dalam laga penentuan di atas adalah Rein Milo dan Heron Ago.

Pelatih Kepala PSN Ngada saat dikonfirmasi Ekorantt.com pada Minggu (15/12/2019) malam membenarkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat kepada Match Commissioner, Ketua Umum PSSI Pusat, dan Direktur Kompetisi Liga 3 Nasional di Jakarta untuk menyelesaikan masalah kartu kuning yang diterima Kiken Wea.

“Semoga ada hasil positif sehingga dia bisa tetap bermain besok,” harap Kletus.

Sementara itu, Manager PSN Ngada Ferdy Burah kepada Ekorantt.com, Minggu (15/12/2019) mengkritisi kepemimpinan wasit yang dinilainya sangat merugikan PSN Ngada. Oleh karena itu, pada malam hari ini, pihaknya mengajukan surat protes kepada PSSI dan Match Commissioner terkait persoalan kepemimpinan wasit.

Ferdy mengungkapkan, pihaknya mencium aroma permainan wasit dalam laga 32 besar Liga 3 Nasional ini. Aroma tercium dari cara wasit memimpin dan mengambil keputusan. Misalnya, dalam kasus kartu kuning Kiken Wea, berdasarkan tiga (3) sumber video, pihaknya tidak menemukan sanksi pemberian kartu kuning kepada Kiken Wea. Saat dikonfirmasi ke wasit, wasit memberitahu bahwa dia pernah memberi kuning Kiken Wea pada sekitar menit 60’ atau 70’. Jadi, wasit tidak bisa memberi jawaban yang pasti tentang waktu pemberian kartu kuning kepada Kiken Wea.

“Ada aroma permainan wasit di Liga 3 Nasional ini. Kita harus bongkar sudah. Kami tunggu surat balasan dari PSSI dan Match Commissioner,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ferdy, pihaknya juga mendengar isu bahwa tuan rumah harus masuk ke babak 16 besar. Putra Sunan Giri itu sendiri merupakan salah satu tim tuan rumah dari Gresik. Menurut dia, kalau terbukti wasit bermain dalam laga ini, maka pihaknya akan melakukan protes keras ke dalam lapangan.

“Kami sudah bermain selama 3 bulan dari pra-nasional sampai putaran 32 besar. Berapa duit yang sudah dikeluarkan untuk menjaga marwah sepak bola, tetapi lalu dihancurkan permainan wasit? Sebelum bermain, saya akan ingatkan wasit dan Match Commissioner,” pungkas Ferdy.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here