Kamis, 13 Agustus 2020

Soal Pergaulan Bebas Remaja di Ruteng, Mantovanny Tapung: Darurat Moral

Ruteng, Ekorantt.com – Maraknya pergaulan bebas di Kota Ruteng beberapa waktu belakangan mengundang opini publik. Salah satunya dari Marianus Mantovanny Tapung, seorang akademisi yang menetap di Ruteng.

Menurut Mantovanny Tapung, fonemena pergaulan bebas di kos-kos di Ruteng saat ini perlu mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah, masyarakat maupun institusi agama.

“Tentu fenomena ini tidak bisa dianggap remeh. Orang tua, masyarakat pemilik kos, pemerintah, lembaga agama dan adat, perlu bekerjasama dalam mengatasi ini,” ungkapnya kepada Ekora NTT, Rabu (18/12/2019).

Mantovanny Tapung menilai situasi pergaulan bebas di Kota Ruteng ini sebagai darurat moral.

Kata Alumnus STFK Ledalero ini, salah satu yang bisa didesak untuk dibuat pemerintah adalah mengusulkan rancangan UU Pemondokan selain kegiatan-kegiatan penyadaran, yang selalu harus dilakukan oleh masyarakat dan agama.

“UU Pemondokan ini menjadi sangat penting agar pemerintah dengan mudah, efektif, dan efisien dalam menangani dan mengantisipasi permasalah moral seperti ini. Orang muda adalah aset bangsa dan masyarakat. Jangan biarkan mereka terjerembab dalam perilaku-perilaku menyimpang yang akan merusakan kepribadian dan masa depannnya,” jelasnya.

“Saya kira kita perlu bahu membahu mengatasi permasalahan ini,” tambahnya.

Putra kelahiran Waso-Ruteng ini juga menegaskan, pendekatan moral kultural juga tidak kalah penting.

Sebaiknya kata dia, sekolah-sekolah bekerjasama dengan Keuskupan Ruteng untuk mengadakan pembinaan yang intensif dan berkelanjutan kepada para remaja dan orang-orang muda di Manggarai.

Hal yang menjadi krusial saat ini adalah munculnya sikap permisif dan kompromistif, bahkan relativistik moral. Perilaku-perilaku menyimpang yang dibuat remaja sekarang, seolah-olah dianggap biasa dan lumrah.

Padahal, katanya, menurut standar moral, perbuatan seperti tidur beda jenis kelamin, dan tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah adalah termasuk pelanggaran moral dan merusak standar-standar norma yang lazim berlaku di masyarakat.

“Perbuatan-perbuatan ini sudah termasuk patologi (penyimpangan dan penyakit) sosial,” pungkasnya.

Adeputra Moses

TERKINI

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

Pendidikan Karakter dan Kesadaran Hukum Jadi Materi Pembelajaran di SMPN 1 Maumere

Maumere, Ekorantt.com - Lembaga Pendidikan SMPN 1 Maumere memasukkan pendidikan karakter, pola hidup bersih dan sehat, dan kesadaran hokum sebagai materi pembelajaran sekolah. Demikian...

Investasi Pendidikan dan Keberlanjutan Mata Rantai Pembangunan

Bajawa, Ekorantt.com - Ada konsensus umum bahwa investasi nasional dalam pendidikan mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Negara-negara yang membelanjakan persentase...

Heboh Anak Babi Berkepala Dua di Wailiti

Maumere, Ekorantt.com - Warga RT 027/ RW 002 Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka dihebohkan dengan bentuk fisik anak babi yang baru dilahirkan...

BACA JUGA

Seorang Anggota DPRD di Ngada Diduga Terkonfimasi Positif Covid-19

Bajawa, Ekorantt.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada bernisial PN diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota dewan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19...

Terapkan Pembelajaran Daring, SMAK Regina Pacis Bajawa Bantu Biaya Pulsa untuk Siswa

Bajawa, Ekorantt.com - Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, memberi bantuan biaya pembelian pulsa bagi siswa-siswi, selama penerapan sistem pembelajaran...

Kerupuk Ikan Tuna dari Maumere, Camilan Renyah di Meja Makan Anda

Maumere, Ekorantt.com - Kriuknya kerupuk telah memberikan nuansa berbeda di meja makan kebanyakan masyarakat. Tidak hanya sebagai camilan, kerupuk sudah lumrah dijadikan pelengkap lauk...

Pengguna yang Ditangkap di Sikka Sembunyikan Sabu dalam Bungkus Rokok

Maumere, Ekorantt.com - Anggota Satnarkoba Polres Sikka mengamankan pemuda berinisial S (22 tahun), asal Jeneponto yang berdomisili di Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka...

Satgas Covid-19 Lacak Kontak Erat Dua Pasien Covid-19 di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Tim Gugus Tugas Covid-19 sedang melacak (tracing) riwayat kontak erat dua pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai. “Melacak riwayat...

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dua Warga Manggarai Jalani Karantina di Wisma Atlet Golodukal

Ruteng, Ekorantt.com – Dua warga Manggarai terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya merupakan pelaku perjalanan dari wilayah Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Gugus Tugas Percepatan Penangananan Covid-19 Kabupaten...

Golkar Manggarai Timur Distribusi Air Bersih untuk Warga Rasan, Kota Komba

Borong, Ekorantt.com - Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendistribusikan air bersih untuk warga Kampung Rasan, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba,...

Dua Warga Positif COVID-19, Nagekeo Kembali ke Zona Merah

Mbay, Ekorantt.com - Kabupaten Nagekeo kembali menyandang status zona merah, pasca dua warga kabupaten itu terkonfirmasi positif COVID-19 sesuai hasil pemeriksaan sampel swab yang dikirim...
- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. upaya mulia melalui pendekatan legislasi, namun pendekatan budaya manggarai toing,toming,titong wajib dipertunjukkan dlm kehidupan ril sehari-hari oleh ortu, guru-dosen,birokrat,karyawan pns/swasta, pemimpin legal formal/informal, atau pihak2lain yg peduli dgn nasib generasi muda kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here