Andreas Lengu

Bajawa, Ekorantt.com – Para petani di Ngada memiliki terlalu banyak persoalan yang belum dituntaskan dari periode kepemimpinan yang satu ke periode kepemimpinan yang lainnya. Salah satu persoalan itu adalah akses petani terhadap air bersih. Para Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada diminta memikirkan persoalan ini.

Pada tahun 2020 ini, Kabupaten Ngada akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bersama delapan kabupaten lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Delapan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Malaka, Sabu Raijua, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Kabupaten Sumba Barat.

Para Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngada sudah sedang melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas diri dan partai politik pengusung. Mereka menawarkan berbagai konsep pembangunan melalui visi, misi, dan program kerja untuk meyakinkan konstituen pemilih di Kabupaten Ngada.

Sebagian besar masyarakat Ngada hidup di desa dan bertani. Oleh karena itu, kali ini, EKORA mewawancarai beberapa petani di Kabupaten Ngada untuk mendengar harapan mereka tentang sosok ideal calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Ngada.

Andreas Lengu, salah seorang petani di Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, saat ditemui EKORA di kediamannya mengatakan, seorang Calon Bupati Ngada harus mampu memahami kondisi real masyarakat petani di Kabupaten Ngada. Menurut dia, petani di Ngada memiliki terlalu banyak persoalan yang belum diselesaikan. Salah satu persoalan tersebut adalah kekurangan air bersih.

“Persoalan yang sering kami hadapi di sini adalah air bersih. Kami mau minum air saja setengah mati. Di sini, memang ada mata air, tetapi letaknya berada lebih rendah dari desa ini. Kami butuh pemimpin yang bisa mengatasi persoalan ini,” ujar Andreas.

Andreas mengungkapkan, para petani di Beiwali sudah sering menyampaikan persoalan tersebut kepada para pemimpin di Ngada sebelumnya. Setiap kali pesta demokrasi, mereka selalu sampaikan persoalan yang sama. Namun, sampai detik ini, pemerintah belum melakukan tindakan nyata apa pun untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Padahal, warga sangat membutuhkan air bersih, selain untuk konsumsi, tetapi juga untuk mencuci kopi paska panen.

“Kami di sini rata-rata petani kopi. Air bersih sangat penting apalagi saat musim panen kopi. Kami kadang kewalahan karena tidak bisa cuci. Kalau mau cuci, kami harus turun ke kali,” katanya.

Menurut Andreas, para pemimpin di Ngada mesti mampu memberi bukti tindakan dan kebijakan nyata dalam bidang pertanian, terutama terhadap para petani muda di kampung-kampung dan di desa-desa. Pemerintah perlu tingkatkan perhatian kepada orang muda agar mereka tidak merantau ke wilayah lain.

Hal senada disampaikan Hubertus Bhuja, petani di Desa Boba. Menurut dia, bupati dan wakil bupati yang pantas memimpin Kabupaten Ngada adalah sosok yang berpengalaman luas dan berjiwa merakyat. 

Petrus To, petani lainnya, mengatakan, seorang Calon Bupati Ngada harus punya konsep membangun perekonomian masyarakat petani dan nelayan. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan merupakan solusi tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung.

Sejumlah masyarakat lainnya yang ditemui EKORA berharap agar pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini harus menampilkan adu gagasan antarcalon pemimpin tentang kemungkinan terbaik membawa Kabupaten Ngada ke arah yang lebih manusiawi.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ngada Stanilaus Neke mengatakan, pihaknya sedang melakukan seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di semua kecamatan di Kabupaten Ngada. Seleksi dilakukan pada 15 Januari – 14 Februari 2020. Tes kompetensi akan dilaksanakan pada 30 Januari 2020 di kantor camat masing-masing.

“Proses seleksi kali ini terbuka dan tidak ada titipan-titipan. Tidak ada PPK lama maupun baru, tetapi semua bersifat terbuka untuk umum”, ujarnya.

Menurut Stanislaus, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelengaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan pada 16 – 18 Juni 2020 mendatang.

Menurut peraturan itu, pasangan calon perseorangan harus mengantongi dukungan masyarakat sebanyak 10.743 suara. Setelah itu, pihaknya akan melakukan verifikasi data dukungan dengan melakukan pengecekan di lapangan dari rumah ke rumah.

“Kita akan melakukan verifikasi. Jika masih kurang, pasangan calon wajib melengkapi dua kali dari jumlah yang kurang. Misalnya, jika kurang 1.000, berarti mereka harus melengkapi menjadi 2000,” ujarnya.

Stanislaus menegaskan, KPUD Ngada berkomitmen menyelenggarakan Pilkada kali ini dengan lancar dan nyaman.

Belmin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here