Sosok Bripka Andi Dharma, Polisi Berhati Mulia dari Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com – Bripka Andi Dharma, anggota Polres Manggarai, memiliki kepekaan dan kepeduliaan terhadap orang-orang kecil, terutama orang sakit yang membutuhkan pertolongan.

Nama Bripka Dharma mulai mencuri perhatian publik saat dirinya menangani putri (4) dan Neira (2), dua balita yang mengalami luka bakar akibat ledakan lampu pelita asal Desa Kakor, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat Oktober 2020 lalu. Saat itu, ia tergerak dan mengajak banyak donatur untuk berdonasi.

Aksi kemanusiaannya berlanjut saat pria kelahiran Waikabubak Sumba Barat ini mendampingi Teofilus Dahlan (30), warga asal Mbaumuku yang mengalami luka bakar di seluruh tubuh akibat tersengat arus listrik pada 21 April 2020 lalu.

Tak berhenti di situ, Bripka Dharma juga mendampingi bayi Agnesa Leanora (6), asal Konggang, Kelurahan Waso, yang mengalami gangguan pada jantung dan Herlina Suryati Hadiah (6) asal Pong Lengor, Rahong Utara, pasien penderita paru-paru dan lever.

Bripka Dharma tergerak untuk membantu karena sebagian besar pasien yang ia dampingi terkendala biaya untuk perawatan medis.

“Ini semua karena rasa iba. Apalagi melihat dengan kondisi pasien dengan keluarga. Jangan sampai karena ketidakmampuan keluarga membuat mereka tak bisa dirawat,” ungkap Bripka Andi Dharma saat diwawancara Ekora NTT, Selasa (10/11/2020).

Niat membantu sesama, kata Bripka Dharma, muncul secara spontanitas.

“Selama ini saya melakukan informasi melalui Facebook dan kerja sama dengan para Jurnalis di Manggarai dalam memberitakan hal seperti itu. Sehingga ada donatur yang menyumbang,” ceritanya.

Menurut pria kelahiran 1985 itu, Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo mendukung aksi kemanusiaan yang dilakukannya.

“Justru beliau cepat dalam merespon memberikan bantuan kemanusiaan,” terangnya.

Bagi suami dari Vinsencia Novita Maru ini, gerakan kemanusiaan akan terus berlanjut.

“Harapannya kegiatan kemanusiaan tetap berlanjut tanpa berhenti. Karena selama ini rata-rata keluarga tidak mampu secara ekonomi,” tutupnya.

Adeputra Moses

TERKINI
BACA JUGA