Kelorin, Produk Kelor Hasil Usaha Anggota Pintu Air yang Tembus Pasar Nasional

Kefamenanu, Ekorantt.com – Satu lagi produk UMKM dari anggota KSP Kopdit Pintu Air yang kini banyak dicari konsumen. Nama produk itu adalah tepung dan teh Kelorin.

Nama ini sebenarnya akronim dari nama Desa Inbate di mana produk teh kelor ini berasal. Kelorin artinya kelor dari Inbate.

Inbate adalah nama salah satu desa di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara yang berlimpah dengan tanaman kelor/merungge (moringa oleifera).

Menurut Syprianus Asuat pengalaman belajar tentang kelor bermula dari dirinya diutus mewakili kabupaten TTU ke Blora-Jawa Tengah pada Desember 2018.

Syprianus yang kala itu masih bertugas sebagai tenaga harian lepas-tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) di Kabupaten TTU mendapatkan banyak ilmu. Pengalaman belajar itu pun menjadi titik maju untuk melakukan satu usaha yang bakal mendapatkan nilai ekonomis dan jejaring.

iklan

Syprianus kemudian memberikan sosialisasi tentang kelor kepada warga dengan dukungan dari Dinas Pertanian TTU. Bersama 20 petani di Desa Inbate mulailah Syprianus menanam kelor di atas lahan seluas 0,50 hektare.

Para karyawan yang bekerja di Rumah Produksi Kelor Inbate/Ekora NTT

Sayangnya panen berlimpah daun kelor tak cukup ampuh bagi pembeli untuk membeli. Syprianus tak patah arang. Ia lalu memantapkan niat untuk mengolah hasil berlimpah daun kelor menjadi tepung dan teh kelor.

“Saya yakin bisa, kemauan kuat dalam diri sudah ada, tinggal dukungan modal sedikit pasti jalan,” ujarnya.

Tahun 2020, Syprianus mengajukan pinjaman modal ke KSP Kopdit Pintu Air. Pinjaman ini untuk memulai usahanya mengembangkan teh kelor.

“Pintu Air itu menurut saya koperasi yang dekat sekali dengan kami orang kecil. Begitu butuh modal untuk usaha langsung dilayani. Saya pribadi bangga dengan Pintu Air,” ujar Syprianus.

Syprianus kini boleh berbangga karena produk Kelorin kini mulai diterima pasar Kabupaten TTU. Kelorin sendiri telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui Dekranasda dalam program pemberian makanan tambahan di Kabupaten TTU.

“Yang lebih bikin kami bangga adalah saat ini produk kami juga sudah dipesan sampai ke Kalimantan,” ujar Syprianus lagi.

Ia menambahkan harga jual untuk teh kelor adalah Rp30.000/kemasan dan tepung kelor Rp40.000/kemasan.

Yang bikin bangga lagi dari usaha kecil ini ia telah mempekerjakan tiga orang sebagai tenaga tetap. Jika ada permintaan besar maka ia juga akan menambahkan jumlah tenaga kerja musiman atau tidak tetap.

TERKINI
BACA JUGA