Penurunan Angka Stunting Jadi Prioritas Pemkab Kupang

Dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan di instansi masing-masing haruslah memperhatikan desa yang menjadi lokus stunting.

Oelamasi, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Kupang memprioritaskan penurunan angka stunting dalam kebijakan pembangunannya.

Plt. Sekda Kabupaten Kupang Mesak Elfeto menjelaskan, penyebab stunting sangat kompleks mulai dari kemampuan ekonomi masyarakat, ketersediaan bahan makanan, pengetahuan, bahkan budaya serta gangguan kesehatan bawaan dan infeksi berulang yang dipengaruhi oleh pola hidup dan kebersihan diri, baik secara individu, keluarga maupun lingkungan.

“Yang mana semuanya itu dipengaruhi oleh ketersediaan akses terhadap kebutuhan layanan dasar,” jelas Mesak saat membuka kegiatan rembuk konvergensi stunting di Aula Bupati Kupang pada Jumat, 19 April 2024.

Menurut dia, perangkat daerah tentu saja memiliki indikator layanan baik spesifik maupun sensitif termasuk indikator supply.

iklan

Dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan di instansi masing-masing haruslah memperhatikan desa yang menjadi lokus stunting.

“Proses pembangunan kita akan lebih tepat sasaran dan tepat manfaat jika didasari pada data yang akurat dan aktual,” kata Mesak.

Ia yakin kerja sama stakeholder terkait mampu menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Kupang yang saat ini masih berada di angka 12,35 persen atau 3.574 balita stunting berdasarkan hasil pengukuran Februari 2024.

Mesak berharap seluruh pihak terkait baik dari perangkat daerah sampai ke desa, TNI/Polri, instansi vertikal, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media massa yang telah terlibat penanganan stunting di Kabupaten Kupang agar terus meningkatkan upaya konvergensi

Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan gerakan orangtua asuh balita stunting di 24 kecamatan di Kabupaten Kupang sebagai suatu gerakan bersama lintas sektor yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

TERKINI
BACA JUGA