Kupang, Ekorantt.com – Semangat solidaritas, kasih, dan pengorbanan menjadi pesan utama dalam misa syukur peresmian Kantor Kopdit Pintu Air Cabang Semau yang bertepatan dengan perayaan Maria Bunda Gereja pada Senin, 25 Mei 2026.
Romo Philipus Pilich, Pr dalam khotbahnya, menyampaikan perubahan status dari kantor pelayanan menjadi cabang karena dinilai sebagai buah dari perjuangan panjang para anggota yang tetap setia bertahan dalam situasi sulit.
Romo Philip mengatakan perjalanan Kopdit Pintu Air di Semau ibarat ‘yang telah mati namun hidup kembali’ berkat solidaritas para anggota dan kemurahan Tuhan yang terus menyertai perjalanan pelayanan koperasi tersebut.
“Kita bersyukur atas kemurahan Tuhan ini dan menyerahkan kehadiran Kopdit Pintu Air Cabang Semau dalam perlindungan Bunda Maria agar terus menyertai pelayanan di bumi bunga tilu yang kita cintai,” ujarnya.
Momentum peresmian yang bertepatan dengan pesta Maria Bunda Gereja juga menjadi refleksi tentang pentingnya kasih dan pengorbanan dalam kehidupan berkoperasi.
Koperasi tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi harus menjunjung tinggi martabat manusia dan kesejahteraan bersama.
Menurutnya, seseorang yang menabung di koperasi sejatinya sedang belajar berkorban dan berbagi demi membantu sesama anggota yang membutuhkan. Hal sejalan dengan teladan Maria yang tetap setia mendampingi Yesus dalam penderitaan.
“Sikap Maria mengajarkan kita untuk tetap setia dan peduli terhadap sesama, bahkan dalam situasi paling sulit,” katanya.
Romo Philip menilai, Kopdit Pintu Air Cabang Kupang yang selama ini konsisten mendampingi anggota di Semau hingga akhirnya memperoleh status baru sebagai cabang definitif.
Perubahan status tersebut disebut sebagai kemenangan seluruh anggota yang dibangun melalui semangat kebersamaan dan sepenanggungan.
“Beban berat akan terasa ringan bila dipikul bersama dalam semangat solidaritas,” ujarnya.
Ekonomi dalam pandangan Gereja Katolik, kata Romo Philip, bukan sekadar soal akumulasi modal atau mencari keuntungan maksimal, melainkan harus melayani manusia, menjaga martabat, dan menghadirkan kesejahteraan bersama.
Karena itu, kehadiran Kopdit Pintu Air Cabang Semau diharapkan menjadi tempat menyemai nilai kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab.
“Koperasi yang dikelola dengan baik bukan hanya tentang uang, tetapi tentang membangun karakter dan integritas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga disinggung maraknya koperasi bodong yang merusak kepercayaan masyarakat. Karena itu, seluruh anggota dan manajemen diingatkan untuk menjaga nilai kejujuran sebagai pondasi utama membangun kepercayaan publik.
“Kejujuran menjadi benteng kuat dalam membangun kepercayaan anggota dan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir khotbahnya, Romo Philip mengajak seluruh anggota menjadikan koperasi sebagai sumber penghiburan dan kekuatan bagi sesama, sehingga kasih dan pengabdian yang dibangun melalui koperasi dapat menjadi cermin kasih dan pengorbanan Yesus Kristus demi kesejahteraan umat manusia.
