Larantuka, Ekorantt.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Flores Timur bakal mengalokasikan dana Rp750 juta untuk membenahi Stadion Apebuan di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Pulau Adonara.
Kepala Dinas PUPR Flores Timur, Yohanes Berchmans Tukan, mengatakan bahwa pembenahan mencakup penataan tempat parkir dan jalan keluar masuk Stadion Apebuan. Alokasi anggaran untuk pembenahan itu mendahului perubahan APBD dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan El Tari Memorial Cup XXXV 2026.
“Secepatnya kita kerjakan. Jadi anggaran itu termasuk perencanaan dan pengawasan. Jadi dia punya fisiknya sekitar Rp680an juta. Hanya di Apebuan saja,” kata dia di Larantuka Rabu, 29 Juli 2026 siang.
Berchmans bilang pembukaan jalan tanah memiliki volume sekitar 900 meter. Sementara tempat parkir masih menunggu keputusan lokasi dari pemilik lahan dan para pihak terkait.
Kata Berchmans, pihaknya mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses pengerjaan. “Mudah-mudahan ada sisa anggaran supaya kita bisa lakukan urpil.”
Ketua Panitia Pelaksana El Tari Memorial Cup 2026, Yitno Wada, mengatakan turnamen sepak bola terbesar di NTT ini akan dihelat di Stadion Apebuan dan Lapangan Gawerato
Penyelenggaraan turnamen ini, kata dia, mendapat dukungan anggaran dari pihak ketiga. Saat ini, dana yang terkumpul sekitar Rp1,3 miliar dari total kebutuhan Rp2,3 miliar.
“Dari kondisi faktual, Flores Timur dinyatakan sangat siap. Tugas kita selanjutnya adalah memantapkan hal-hal teknis termasuk kesiapan Stadion Apebuan dan Gawerato,” ujar Yitno, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia mengatakan, panitia sedang merancang konsep live in untuk akomodasi setiap kontingen. Timnya segera menyurvei penginapan di desa-desa sekitar stadion.
“Lapangan ini kan di dua wilayah, Adonara dan Larantuka daratan, nanti kita grouping dulu baru lihat tim yang akan bertanding di Larantuka maupun Adonara. Jadi dalam hal penginapan kita pakai sistem live in, kita inapkan pemain di desa-desa yang nantinya kita lakukan survei,” kata Yitno.
Melalui survei yang menyasar sekolah dan gedung pendukung sejenisnya, panitia memastikan mengintervensi anggaran untuk pembenahan fasilitas dasar, termasuk toilet.
“Panitia juga akan bekerja sama dengan paguyuban dari masing-masing tim,” tutur Yitno.
Penulis: Paul Kabelen













