PWI NTT Bantu Wartawan Terdampak Gempa Flores di Manggarai Timur

Ia bilang, bantuan itu sudah diserahkan kepada wartawan yang terdampak di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.  Selanjutnya akan diserahkan untuk wartawan terdampak yang verba berdi Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Sikka.

Borong, Ekorantt.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan bantuan sembako kepada wartawan yang terdampak gempa Flores di Manggarai Timur pada Minggu, 27 September 2029 siang.

Bantuan yang diberikan berupa beras, telur, mie instan, gula pasir, dan minyak goreng.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua PWI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Hilarius Fery Jahang dan diterima langsung oleh Nansianus Taris dan Markus Makur.

Fery berkata, bencana gempa Flores berdampak sangat besar bagi masyarakat  tujuh kabupaten di pulau Flores.

Ia menyebut, lebih dari 100 warga meninggal dunia, ratusan ribu rumah rusak, hingga ratusan ribu warga harus mengungsi.

“Termasuk wartawan di dalamnya yang tersebar di tujuh kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Sikka,” sebutnya.

Karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama wartawan, PWI NTT bersama seluruh anggota tergerak hati untuk turut membantu.

PWI NTT kemudian membuka donasi dan mendapatkan respons baik donasi mulai dari anggota PWI NTT, PWI DKI, PWI Jawa Timur, sejumlah Cabang PWI dari sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk masyarakat umum.

“Karena itu baik dari teman-teman wartawan, pengurus PWI dari berbagai wilayah di Indonesia maupun masyarakat umum turut memberikan donasi sehingga hasil donasi itu kemudian dibelanjakan dalam bentuk sembako pangan dan diserahkan sebelum masa tanggap darurat berakhir,” terang Fery.

Ia bilang, bantuan itu sudah diserahkan kepada wartawan yang terdampak di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.  Selanjutnya akan diserahkan untuk wartawan terdampak yang verba berdi Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Sikka.

Fery juga menerangkan, berdasarkan data yang masuk di Sekretariat PWI NTT, terdapat 24 orang wartawan yang terdampak baik rumah rusak ringan, sedang, dan rusak berat yang tersebar di tujuh Kabupaten di Pulau Flores dan paling banyak wartawan yang bertugas di Kabupaten Ende berjumlah 11 orang.

Bantuan yang diberikan itu tidak hanya kepada wartawan yang masuk dalam organisasi PWI saja, namun diberikan kepada semua wartawan baik dari organisasi manapun atau pun tanpa organisasi.

“Sebagai organisasi PWI tidak melihat bantuan ini hanya diserahkan kepada anggotanya saja, tetapi kami menyerahkan bantuan kamanusiaan ini kepada seluruh wartawan yang terdampak baik dari organisasi manapun atau tanpa organisasi sekalipun,”tegasnya.

Fery berharap agar ada donatur yang memberikan bantuan untuk rekonstruksi atau rehabilitasi bagi rumah-rumah wartawan yang rusak dampak gempa Flores itu.

“Kita berharap juga ada bantuan-bantuan untuk rehabilitasi dan rekrontuksi untuk rumah-rumah wartawan yang rusak ini. Kita sama-sama berdoa, semoga ada donatur yang selama ini sudah komunikasi dengan PWI NTT untuk dapat memberikan bantuan itu,” ujarnya.

Nansianus Taris, salah satu wartawan dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada PWI yang telah memberikan bantuan sembako berupa pangan tersebut.

Menurutnya bantuan itu tidak seberapa besar, namun sangat bernilai bagi wartawan sebagai korban terdampak gempa Flores.

“Terima kasih untuk PWI NTT yang telah berupaya sehingga mendapat donasi dari PWI-PWI di luar NTT termasuk masyarakat umum yang telah memberikan donasi sehingga hari ini kami sudah terima bantuan ini. Bantuan ini tidak seberapa besar tapi sangat bernilai bagi kami,” ungkapnya.

Nansi juga berharap kepada PWI NTT dan PWI Pusat untuk terus berupaya mencari donasi untuk dapat memberikan bantuan perbaikan rumah bagi wartawan yang rumahnya rusak.

“Karena jujur ada teman-teman yang kehilangan rumah tinggal karena gempa Flores ini, padahal merema kerja rumah itu hasil kumpul-kumpul uang selama bertahun-tahun, tapi sekarang rumah rusak kembali. Ada yang harus mulai dari nol untuk usaha bangun rumah lagi. Karena itu saya berharap banyak PWI NTT untuk berupaya mencari donatur untuk membantu wartawan di Flores yang rumahnya rusak, ” ungkapnya.

TERKINI
BACA JUGA