Larantuka, Ekorantt.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali erupsi sebanyak empat kali berturut-turut pada Jumat, 5 Juni 2026. Hujan abu vulkanis mengguyur sejumlah desa dalam zona risiko bencana atau KRB.
Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, melaporkan erupsi pertama pada pukul 02.14 Wita dengan tinggi kolom abu 2.000 meter di atas puncak gunung.
“Status gunung berada pada level III atau Siaga, warga diminta tak beraktivitas dalam radius lima kilometer,” ujar Kepala PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, dalam keterangannya.
Erupsi susulan dengan tinggi 2.500 meter kembali terjadi pukul 06.57 Wita, kemudian pukul 11.02 Wita setinggi 1.300 meter.
Berselang 12 menit, gunung bertipe stratovolcano itu melontarkan materialnya hingga 2.500 meter. Pergerakan abu dalam empat kali erupsi ini ke arah barat dan barat daya.
Di Desa Boru, salah satu wilayah terdampak di Kecamatan Wulanggitang yang berada di arah barat, dilanda hujan abu tipis pukul 11.26 Wita. Guyuran material itu berlangsung selama hampir sepuluh menit.
Warga Desa Boru, termasuk desa-desa terdampak di sekitar desa itu yang lebih dekat dengan gunung atau masuk dalam kawasan risiko bencana (KRB), tampak beraktivitas normal.
Pengendara motor dan pejalan kaki bepergian tanpa memakai masker penutup hidung dan mulut.Saat erupsi yang mendatangkan hujan abu, mereka berlindung ke dalam rumah agar terhindar dari paparan material halus yang mengancam kesehatan tersebut.
Penulis: Paul Kabelen













