Bajawa, Ekorantt.com – BRI Cabang Bajawa menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Kecamatan Wolowae dan Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Kepala BRI Cabang Bajawa, Justinus Hasudungan Lumban Bat, mengatakan melalui program BRI peduli, pihaknya mendukung pemulihan bencana gempa dengan terus menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak.
“Bantuan tanggap darurat ini seperti makanan cepat saji, sembako, air mineral, minyak goreng, beras dan obat-obatan,” kata Justinus di Bajawa pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menuturkan penyaluran bantuan dan pembangunan logistik merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Bank BRI.
Dalam penyaluran bantuan, pihaknya bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat.
Selain memberi bantuan, pihaknya juga membangun posko logistik dan dapur umum BRI Peduli Mbay di Alorongga, Kecamatan Aesesa.
Kehadiran posko logistik dan satu dapur umum untuk mendekatkan bantuan kepada masyarakat sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan tanggap bencana dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Posko juga menjadi titik pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi bantuan sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak di wilayah sekitar, kata Justinus.
“Posko logistik dan dapur umum BRI Peduli merupakan bentuk komitmen BRI untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan dukungan seperti halnya di NTT,” ujarnya.
Justinus menambahkan, BRI Cabang Bajawa memastikan bahwa keselamatan nasabah dan pekerja menjadi prioritas utama.
Ia melanjutkan, saat ini BRI telah melakukan langkah-langkah pengamanan aset di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan fasilitas operasional.
BRI Cabang Bajawa telah menyiapkan langkah mitigasi demi memastikan layanan perbankan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.
“Nasabah tetap dapat mengakses berbagai layanan perbankan BRI melalui BRImo serta BRILink Agen yang tersedia. BRI juga terus memantau kondisi seluruh unit kerja di wilayah terdampak dan akan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan.
“Kami berkomitmen untuk melakukan pemulihan layanan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah dan otoritas terkait serta perkembangan kondisi pascagempa,” kata dia.
Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo pada Rabu, 19 Agustus 2026, mencatat sebanyak 23.360 jiwa mengungsi di sejumlah titik posko pengungsian di Kota Mbay.
Sementara korban meninggal dunia sebanyak 9 orang dan sebanyak 22 mengalami luka ringan maupun luka berat.
BPBD Nagekeo juga mencatat sebanyak 7.430 unit rumah warga dan 415 bangunan sekolah mengalami rusak berat.













