Lima Hari Mengungsi, Warga Desa Kerirea Ende Kesulitan Air Bersih

Selain air minum bersih, warga Desa Kerirea juga mengeluhkan minimnya ketersediaan bahan makanan hingga obat-obatan, apalagi Poskesdes dan pelayanan kesehatan masih absen pascagempa.

Ende, Ekorantt.com – Warga Desa Kerirea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende kesulitan air minum bersih pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo menguncang Pulau Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

Hal disebabkan karena bak penampung air yang sebelumnya digunakan warga rusak akibat guncangan gempa.

Hingga hari kelima pengungsian, warga Desa Kerirea mengalami kesulitan ketersediaan  air minum bersih. Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari selama di tenda pengungsian, warga terpaksa menggunakan air kali yang berjarak sekitar sekitar satu kilometer dari wilayah Desa Kerirea

“Yang sangat dibutuhkan itu air minum bersih, ” kata Kepala Desa Kerirea, Ambros Karo kepada Ekora NTT pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Selain air minum bersih, warga Desa Kerirea juga mengeluhkan minimnya ketersediaan bahan makanan hingga obat-obatan, apalagi Poskesdes dan pelayanan kesehatan masih absen pascagempa.

Ambros mengaku, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah bagi warga terdampak mulai dari makan minum, obat -obatan hingga air minum bersih. Padahal data laporan bencana sudah disampaikan kepada BPBD Kabupaten Ende melalui Pemerintah Kecamatan Nangapanda.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Ende segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak di Desa Kerirea, kususnya air minum bersih.

Hingga kini, kata dia, sejumlah warga terdampak gempa bumi di Desa Kerirea masih bertahan di tenda pengungsian.

Warga masih takut akan terjadi gempa susulan, sebab hingga kini guncangan gempa masih terus terjadi.

Selain trauma, warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian lantaran gempa merusak puluhan rumah di Desa Kerirea.

Tercatat sedikitnya 31 dari 189 kepala keluarga (KK) terdampak mengalami kerusakan rumah. Dari jumlah tersebut, 13 KK mengalami kerusakan rumah kategori berat.

“Jumlah tenda pengungsian ada empat posko karena empat usun, ” terang Ambros.

Sedangkan merujuk pada data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Ende terdapat 3.928 warga yang masih berada di tenda pengungsian.

Saat ini pemerintah sedang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ende.

Tercatat sebanyak 2.300 paket bantuan yang sudah disalurkan kepada warga terdampak pada 10 kecamatan yang berada di Kabupaten Ende.

TERKINI
BACA JUGA