PDAM Kota Kupang Benahi Layanan untuk Masyarakat

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan air bersih yang lebih mudah, jelas, dan responsif.

Kupang, Ekorantt.com – Kemudahan akses, transparansi biaya, dan peningkatan respons terhadap pengaduan menjadi fokus pembenahan pelayanan publik Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan air bersih yang lebih mudah, jelas, dan responsif.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Ferdi Jermias berkata, salah satu perubahan yang dilakukan adalah menyederhanakan persyaratan pendaftaran pelanggan baru. Masyarakat kini cukup menyiapkan kartu tanda penduduk (KTP) tanpa tambahan persyaratan lain di luar ketentuan yang telah disampaikan.

Selain kemudahan administrasi, Perumda berupaya memberikan kepastian mengenai biaya dan prosedur pelayanan. Informasi tersebut disampaikan secara transparan agar masyarakat mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi ketika mengajukan sambungan air bersih.

“Kami hanya membutuhkan KTP untuk pendaftaran pelanggan. Biaya yang disampaikan juga sesuai dengan ketentuan, tanpa tambahan biaya lain di luar yang diinformasikan,” kata Ferdi di Kupang pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut dia, pembenahan pelayanan juga dilakukan berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan yang dilaksanakan setiap enam bulan.

Pada periode Juli-Desember 2025, indeks kepuasan pelanggan tercatat sebesar 82. Angka tersebut meningkat menjadi 84 pada periode Januari-Juni 2026.

Ferdi menjelaskan, pada evaluasi sebelumnya terdapat tiga aspek yang masih perlu ditingkatkan, yakni respons terhadap pengaduan, sarana dan prasarana, serta kompetensi pegawai.

Untuk memperbaiki aspek tersebut, Perumda mengadakan pelatihan bagi pegawai, terutama terkait upaya menekan kebocoran air, pengoperasian pompa secara tepat, dan peningkatan kesadaran dalam menanggapi pengaduan masyarakat.

Hasil survei terbaru menunjukkan ketiga aspek tersebut mengalami peningkatan dan masuk kategori baik, meskipun nilainya masih berada pada batas minimal kategori tersebut.

Di sisi operasional, Perumda menghadapi tantangan dalam menjaga kontinuitas distribusi air kepada masyarakat. Hingga akhir September 2026, pelayanan telah menjangkau 19.408 sambungan rumah atau sekitar 90 ribu jiwa dari total penduduk Kota Kupang yang diperkirakan mencapai 482 ribu jiwa.

Cakupan tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari total penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Perumda memanfaatkan sumber air permukaan dan air tanah dalam melalui sumur bor.

Tiga sumber air permukaan yang digunakan adalah Kali Dendeng, Mata Air Oeba, dan Mata Air Hitam di kawasan Universitas Kristen (Unkris).

Namun, kerusakan pompa di Mata Air Hitam menyebabkan pelayanan dari sumber tersebut terganggu. Perumda kemudian mengalihkan pasokan dengan memanfaatkan sumur bor yang sebelumnya belum digunakan secara maksimal.

Salah satu sumber alternatif berada di sekitar Kelurahan Lasiana. Kapasitas produksi yang dimanfaatkan saat ini sekitar 20 liter per detik dan diperkirakan mampu melayani sekitar 2.000 pelanggan, bergantung pada pola pengoperasiannya.

Pengalihan sumber air tersebut berdampak pada jadwal distribusi di wilayah terdampak. Jika sebelumnya air dialirkan setiap hari, kini pengaliran dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Ferdi mengatakan, Perumda tetap berupaya menjaga pelayanan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun menghadapi keterbatasan sumber air.

Ia berharap penggantian pompa Mata Air Hitam dapat segera dilakukan sehingga sumber tersebut kembali beroperasi dan mendukung perluasan pelayanan di wilayah Lasiana dan Oesapa.

Ferdi menyebut peningkatan pelayanan membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai. Karena itu, dukungan Pemkot Kupang Kupang dalam pengembangan sarana dan prasarana air bersih diperlukan untuk memperkuat kapasitas produksi serta memperluas jangkauan layanan.

Di tengah ancaman kekeringan dan penurunan debit sejumlah sumber air, Perumda juga melakukan penyesuaian distribusi dengan mengalihkan pasokan dari sumber yang mengalami penurunan debit ke sumber lain yang berdekatan.

Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan tetap mendapatkan air meskipun volume dan frekuensi pengaliran mengalami perubahan.

Ferdi mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan, terutama ketika ketersediaan sumber air berkurang.

Ia berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada Perumda, sembari bersama-sama menjaga penggunaan air agar pelayanan dapat terus berjalan di tengah keterbatasan sumber daya alam. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA