Maumere, Ekorantt.com– Pengurus Kopdit Pintu Air menggelar aksi tabur bunga di perairan Pantai Nubat, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 12 Desember 2025.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengatakan, tabur bunga bertujuan mengenang korban bencana gempa bumi dan tsunami Maumere 12 Desember 1992 atau 33 tahun silam. Aksi yang sama sekaligus mendoakan korban bencana alam di Sumatera.
“Melalui doa kepada Tuhan dan arwah para korban bencana di mana pun kita memohon agar alam tetap menjaga kita,” kata Jano.
Kegiatan tabur bunga didahului rekoleksi menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.
Usai rekoleksi, seluruh peserta yang merupakan pengelola Kopdit Pintu Air berdiri dan berbaris di sepanjang Pantai Nubat guna melangsungkan kegiatan tabur bunga.
Sekretaris Pengurus Kopdit Pintu Air, Agustinus Nong memandu kegiatan tabur bunga dengan menuturkan kembali betapa dahsyatnya dampak gempa bumi dan tsunami 33 tahun lalu itu.
“Mungkin waktu itu ada di antara kalian yang belum lahir atau ada yang masih balita, jadi peristiwa hari ini untuk mengenang kembali jiwa para korban dan betapa besar derita yang dirasakan,” jelas Agus.
Ia mengatakan, gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter berpusat di Perairan Teluk Maumere. Peristiwa itu menyebabkan lebih dari 2 ribu jiwa meninggal dunia.
Selanjutnya, Agus mendoakan para korban seturu adat Sikka. Ia memohon kepada Tuhan dan arwah para korban agar alam tidak murka dan tetap bersahabat dengan manusia, khususnya agar karya pelayanan Kopdit Pintu Air berjalan lancar.
Acara dilanjutkan dengan pemberkatan yang dipimpin oleh Pater Paskalis Patut selaku Pembina Rohani Kopdit Pintu Air. Lalu disusul aksi tabur bunga oleh semua peserta rekoleksi.
