Guru PAUD di Manggarai Belajar Deep Learning Berbasis Kurikulum Merdeka

Ia berkata, dengan adanya kolaborasi ini, maka dapat dipastikan bahwa anak-anak Manggarai berhak mendapatkan guru berkualitas, terutama guru PAUD non-formal.

Ruteng, Ekorantt.com – Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti bimbingan teknis Pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang digelar Auditorium Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dengan tajuk ‘Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Kurikulum Merdeka’, kegiatan ini merupakan kolaborasi Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Manggarai serta alumni PG PAUD dan Prodi PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng.

Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Manggarai, Yustina Iman berkata, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya kolektif untuk menjaga martabat pendidik PAUD non-formal yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

“Kesejahteraan kita mungkin masih jauh dari layak, namun hari ini kita membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan status tidak membatasi kecerdasan dan martabat kita,” katanya.

Ia berkata, dengan adanya kolaborasi ini, maka dapat dipastikan bahwa anak-anak Manggarai berhak mendapatkan guru berkualitas, terutama guru PAUD non-formal.

“Kita percaya bahwa anak-anak hebat Manggarai layak mendapatkan guru yang cerdas dan berkualitas.”

Yustina pun mau menunjukkan bahwa di pundak guru-guru non-formal ini juga terdapat masa depan generasi Manggarai.

Namun para guru menjaganya dengan ilmu, bukan hanya dengan keluhan.

“Kita jadikan bimbingan ini sebagai momentum untuk menegakkan kepala. Tingkatkan pola pikir bertumbuh (growth mindset),” ajaknya.

Sementara Bunda PAUD Kabupaten Manggarai yang diwakili Apolonia Ijuk menyatakan, usia 0-6 tahun adalah masa emas (golden age) yang membutuhkan pendidik kompeten sebagai arsitek karakter bangsa.

Ia berpendapat, Pembelajaran Mendalam bukan sekadar metode, melainkan filosofi untuk melampaui hafalan dan membangun pemahaman nyata.

“Saya berharap ilmu ini dibawa pulang ke satuan PAUD masing-masing, agar anak-anak Manggarai tumbuh kreatif dan kritis,” ucapnya.

Sementara Koordinator Alumni PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng, Beata Palmin mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan swadaya dan kolaborasi.

Ia memandang, selama ini guru PAUD non-formal kurang dijangkau kegiatan kompetensi karena kendala anggaran dan regulasi.

Namun berkat kolaborasi, pihaknya dapat melakukan gerakan bersama.

“Harapannya ada perubahan regulasi yang lebih berpihak pada pemerataan hak guru non-formal,” jelas Palmin.

Ia bilang, tantangan utama saat ini ialah menjaga semangat belajar di tengah tuntutan kualitas yang tidak sebanding dengan kesejahteraan.

“Tetapi  Pembelajaran Mendalam yang diajarkan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan,” ungkapnya.

TERKINI
BACA JUGA