Ende, Ekorantt.com – Sejumlah pelajar dari 22 Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah mengikuti whorkshop Sumber Daya Manusia (SDM)-Public Speaking yang diselenggarakan Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Servae Spiritus Sancti (SSpS) Flores Bagian Timur dan SMK Syuradikara Ende.
Workshop berlangsung di Ende pada Rabu, 29 April 2026.
Ketua JPIC SSpS Flores Bagian Timur, Suster Margaretha Ada mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya keterampilan public speaking bagi pelajar. Generasi muda mesti mengembangkan kecakapan komunikasi yang transformatif.
Salah satu poin penting dalam workshop, kata Margaretha, adalah membentuk karakter generasi muda agar mampu berbicara di depan umum. Kemampuan berbicara tidak hanya dilihat sebagai teknik retorika, tetapi sebagai alat untuk menyampaikan aspirasi secara elegan.
“Contoh kalau mereka mau pergi demo, mereka tahu bicara bagaimana di demo itu, yang mengangkat poin-poin yang tentang isu pembangunan kemanusiaan untuk kebaikan. Bukan untuk menjelekkan sebagian pihak dan seterusnya,” jelas Margaretha.
Selain penguatan karakter, workshop dirancang untuk menjawab tantangan bagi para pelajar di kancah yang lebih tinggi
“Kita mempersiapkan putra-putri Ende agar tampil percaya diri saat mengerjakan tugas-tugas presentasi di universitas dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari daerah lain di kancah nasional,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Margaretha, kegiatan ini sebagai langkah persiapan bagi pelajar menuju pemimpin masa depan. Saat berada di dunia kerja, mereka mampu berkontribusi untuk kemajuan masyarakat.
“Jadi tidak hanya sekadar menambah jumlah penduduk, tetapi kehadirannya benar-benar memberi warna tersendiri yang bermakna. Jadi mempunyai pengaruh, punya daya mengubah, daya transformasi,” tandasnya.
Korwas Dikdas Kabupaten Ende, Donatus Tato berkata, pendidikan sekarang tidak boleh hanya terpaku pada aspek akademik, namun harus mampu mengasah keberanian, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara bijak.
Workshop ini, menurut Donatus, sangat relevan dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan peserta didik. “Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, keberanian, dan kemampuan mengasah ide untuk disampaikan secara bertanggung jawab.”
Donatus mengatakan, kemampuan berbicara di depan umum merupakan modal utama bagi pelajar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, generasi muda diharapkan mampu berpikir kritis dan siap tampil sebagai pemimpin masa depan.
“Bukan tidak mungkin, kalian yang hadir hari ini akan menjadi orang hebat di masa depan. Ada yang menjadi kepala dinas, kepala daerah, bupati, hingga gubernur,” imbuh dia.
Donatus berpesan agar para pelajar tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar. Ia bilang, orang yang tidak berkembang adalah mereka yang selalu dibayang-bayangi rasa takut akan kesalahan.
“Jika kita hanya berdiam diri di rumah tanpa berbuat apa-apa, itulah kesalahan yang sebenarnya. Dalam proses menuju kebaikan, antara salah dan benar akan datang silih berganti. Teruslah melangkah,” tegasnya.













