Ende, Ekorantt.com – Kepala Suku Tiwe dan keluarga besar Uwa Wea menyerahkan lahan seluas 7 hektare di Aekebho, Dusun Tiwe, Desa Tiwerea, Kecamatan Nangapanda kepada Pemerintah Kabupaten Ende, NTT, untuk membangun Sekolah Rakyat.
Kepala SukuTiwe, Gregorius Ribhu berkata, selain mendukung pendidikan di Kabupaten Ende, pihaknya juga ingin ikut merasakan adanya pembangunan di wilayah Desa Tiwerea.
“Kami melihat bahwa ketika pembangunan itu masuk ke wilayah kami tentu masyarakat juga akan mendapatkan dampak positifnya, ” kata Gregorius saat menyerahkan tanah secara simbolik kepada Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda di Ruang Kerja Bupati Ende, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut dia, ketika ada proses pendidikan maka tentu saja akan terjadi transaksi ekonomi di Desa Tiwerea. Hal tersebut tentu membawa keuntungan bagi masyarakat setempat.
Gregorius bilang, lahan yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende baru seluas 5,7 hektare lebih dari total 7 hektare.
“Ini diserahkan hibah dan secara sukarela kepada pemerintah, murni untuk pembangunan, apabila pada waktunya tidak terjadi pembangunan atau tidak dipakai untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) atau untuk pembangunan lain, terpaksa kami harus ambil pulang lagi,” tegasnya.
Senada, Kepala Desa Tiwerea, Vinsen Sambi berkata, penyerahan lahan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Ende dalam membangun dunia pendidikan.
Ia berharap agar lahan itu dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk masyarakat Kabupaten Ende.
“Harapan Sekolah Rakyat itu bisa terjawab dan bisa dimemaafkan untuk anak-anak kita,” ucap Vinsen.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Nangapanda khususnya kepada Kepala Suku Tiwe dan keluarga besar Uwa Wea yang menghibahkan secara gratis lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Penyerahan tersebut, kata Yosef, sebagai bukti dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Ende, khususnya untuk dunia pendidikan.
Ia mengaku selama ini Pemerintah Kabupaten Ende sedang mencari lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA sekaligus asrama beserta fasilitas penunjang lainnya.
“Jadi dengan pemandangan SR di sana, masyarakat sekitarnya juga akan mendapatkan dampak positifnya, saya harap sebagai tuan tanah dan masyarakat di sana bisa mendapatkan dampak prioritasnya,” kata Bupati Yosef.
Ia juga meminta Dinas Sosial, PUPR dan Dinas Perumahan untuk segera memproses balik nama lahan tersebut menjadi sertifikat hak milik Pemda Ende dan segera melaporkan ke Kementerian Sosial untuk selanjutnya segera membangun Sekolah Rakyat.
Yosef mendorong Dinas PUPR untuk segera menyusun anggaran pembukaan jalan menuju lokasi yang akan dibangun Sekolah Rakyar yang selama ini menjadi lahan perkebunan warga.
“Kita sudah cari di sekian banyak tempat tapi masih banyak problem yang kita hadapi dengan pemilik tanah maupun penduduk setempat, tapi ini dengan ikhlas, bapak-bapak sudah datang kasih kita ya akhirnya kita bersyukur, karena kita juga sudah diminta terus dari Pemprov,” pungkasnya.













