Ruteng, Ekorantt.com – Mariani Cesilia Ane, 10 tahun, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto ihwal krisis air yang terjadi kampungnya.
Ia adalah seorang anak dari SDK Sante Piso, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Dalam surat itu, Cesilia berkata, kini banyak anak di Indonesia merayakan Hari Pendidikan dengan penuh semangat. Namun Cesilia yang hanya hidup desa kecil justru sedang berjuang dengan sesuatu yang sangat mendasar yakni air bersih.
“Di desa kami, ada proyek DAK (Dana Alokasi Khusus) air minum yang seharusnya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih,” tulisnya.
Proyek DAK yang disebut Cesilia merupakan Proyek Uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA)/Penambahan Sumur Dalam Terlindungi/Broncaptering beranggaran Rp973.000.000 yang bersumber dari DAK tahun 2025.
Namun sampai hari ini, katanya, proyek tersebut belum memberikan manfaat yang nyata. Air yang dinantikan belum benar-benar mengalir ke rumah-rumah mereka.
Sebagai anak, Cecilia harus menghadapi kesulitan air setiap harinya.
“Kami harus berjalan jauh untuk mengambil air, terkadang sebelum berangkat sekolah.”
Ia bilang, setiap kali datang ke sekolahnya di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Sante Piso, selalu dalam keadaan lelah. Sebab, harus membantu keluarga memenuhi kebutuhan air.
“Bapak Presiden, kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
“Tapi bagaimana kami bisa belajar dengan baik jika kebutuhan dasar kami belum terpenuhi?”
Cesilia mengaku tidak meminta hal yang berlebihan. Ia hanya ingin air bersih yang layak untuk digunakan setiap hari.
“Juga hanya meminta lingkungan yang mendukung kami untuk belajar dengan tenang,” tulis Cecilia.
Selain itu, ia juga meminta perhatian dari pemerintah agar proyek yang ada benar-benar berjalan dan bermanfaat.
“Melalui surat ini, saya mewakili suara anak-anak Desa Paralando memohon kepada Bapak Presiden agar dapat memperhatikan kondisi kami dan membantu memastikan bahwa proyek air minum di desa kami dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai tujuan,” tulisnya.
Cecilia mengaku hanya ingin sekolah dengan semangat, bukan dengan kelelahan. Belajar dengan fokus, bukan dengan kekhawatiran akan air.
“Anak desa juga berhak atas masa depan yang layak.”
Baru-baru ini, masyarakat Desa Paralando melakukan unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati Manggarai. Mereka juga menyuarakan tentang kekrisisan air minum di wilayah mereka.
Dalam demonstrasi itu, Oktafianus Kelvin, salah satu anak menyampaikan harapan kecilnya untuk pemerintah daerah.
“Kami di sini masih kesulitan air bersih,” kata Kelvin pada unjuk rasa yang berlangsung 21 April lalu itu.
Ia bilang, setiap hari, anak-anak harus berjuang untuk mendapatkan air, kadang harus jalan jauh dan kadang harus menunggu lama.
“Kami dengar ada proyek DAK hampir satu miliar kemarin, tapi sampai sekarang air itu belum sampai di rumah-rumah kami.”
Kelvin yang juga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap Lemarang itu menyatakan bahwa anak-anak juga membutuhkan hidup layak.
“Kami ingin minum air bersih, ingin sehat, dan bisa belajar dengan tenang,” tuturnya.

Berikut isi suratnya!
Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di Tempat
Salam hormat,
Perkenalkan, nama saya Mariani Cesilia Ane, seorang anak dari Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Bapak Presiden yang saya hormati,
Hari ini, saat banyak anak di Indonesia merayakan Hari Pendidikan dengan penuh semangat, kami di desa kecil kami justru masih berjuang dengan sesuatu yang sangat mendasar: air bersih.
Di desa kami, ada proyek DAK air minum yang seharusnya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih. Namun sampai hari ini, proyek tersebut belum memberikan manfaat yang nyata bagi kami. Air yang kami harapkan belum benar-benar mengalir ke rumah-rumah kami.
Akibatnya, kami sebagai anak-anak harus menghadapi kesulitan setiap hari. Kami harus berjalan jauh untuk mengambil air, terkadang sebelum berangkat sekolah. Tidak jarang kami datang ke sekolah dalam keadaan lelah, bahkan terlambat, karena harus membantu keluarga memenuhi kebutuhan air.
Bapak Presiden,
Kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan untuk masa depan yang lebih baik. Tapi bagaimana kami bisa belajar dengan baik jika kebutuhan dasar kami belum terpenuhi?
Kami tidak meminta hal yang berlebihan. Kami hanya ingin:
– Air bersih yang layak untuk kami gunakan setiap hari
– Lingkungan yang mendukung kami untuk belajar dengan tenang
– Perhatian dari pemerintah agar proyek yang ada benar-benar berjalan dan bermanfaat
Melalui surat ini, saya mewakili suara anak-anak Desa Paralando memohon kepada Bapak Presiden agar dapat memperhatikan kondisi kami dan membantu memastikan bahwa proyek air minum di desa kami dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai tujuan.
Kami ingin sekolah dengan semangat, bukan dengan kelelahan.
Kami ingin belajar dengan fokus, bukan dengan kekhawatiran akan air.
Semoga suara kecil kami ini bisa sampai kepada Bapak Presiden.
Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat kami,
Mariani Cesilia Ane
Anak Desa Paralando
Kecamatan Reok Barat
Kabupaten Manggarai, NTT
“Anak desa juga berhak atas masa depan yang layak.”













