Maumere, Ekorantt.com – Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air yang membidangi bagian hubungan kemasyarakatan (Humas), Vinsensius Deo mengatakan, koperasi itu menjadi besar karena kepercayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Vinsensius saat hadir dalam pembekalan kepada anggota baru Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka di Dian Desa, Desa Waibleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan, riwayat Kopdit Pintu Air sejak awal hingga berada pada puncak sebagai koperasi terbesar di Indonesia.
Vinsensius menerangkan, Kopdit Pintu Air lahir dari kelompok arisan kecil di sebuah dusun di Nita, Kabupaten Sikka. Kelompok ini terus tumbuh dengan modal seadanya membangun wadah koperasi.
Dari waktu-waktu, koperasi ini berkembang hingga menjadi koperasi primer nasional dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia, kata Vinsensius.
Vinsensius berkata, Kopdit Pintu Air sekarang telah memiliki 59 kantor cabang dan 19 cabang kantor persiapan dengan aset telah mencapai Rp2,6 triliun lebih.
“Ini menjadi sebuah pencapaian yang sangat luar biasa berkat kepercayaan masyarakat,” tutur Vinsensius.
GMNI Cabang Sikka melibatkan Kopdit Pintu Air dalam pembekalan kepada anggota barunya.
Kehadiran Kopdit Pintu Air bertujuan untuk memberikan pengetahuan usaha sekaligus menjalin kerja sama membentuk karakter mahasiswa untuk memperkuat ekonomi.
”Kami berjanji untuk menjaga komitmen kemitraan yang terbangun ini dan kami siap menjadi jembatan penghubung antara keluarga dengan Pintu Air,” ujar Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Ito.
Ia mengatakan, kehadiran Kopdit Pintu Air dalam acara organisasi kemahasiswaan itu bukan tanpa alasan. Melalui Komisariat Ekonomi, para kader GMNI diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber ekonomi masa depan.
Wilfridus berharap rekan-rekannya bisa mendalami ilmu tentang hidup berkoperasi. Dengan begitu, maka bila selesai kuliah kader GMNI tidak kesulitan untuk memulai usaha berdasarkan potensi yang ada.
“Kami mengharapkan Pintu Air menjadi mitra untuk mendukungnya,” ucap Wilfridus.
Yohanes Nong Sandro, mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi (IFTK) Ledalero, Program Studi Sistem Informasi mengaku baru mengetahui Kopdit Pintu Air adalah koperasi besar dengan kantor cabang yang sudah begitu banyak.
Ia mengatakan pengetahuan tentang pemberdayaan masyarakat melalui koperasi yang disajikan Kopdit Pintu Air menjadi pintu masuk untuk membentuk seseorang menjadi orang sukses.
”Saya juga berharap Kopdit Pintu Air dapat menyiapkan lowongan kerja bagi rekan-rekan yang sekarang sudah berada di semester akhir, bila itu dimungkinkan,” tutup Sandro.
