Maumere, Ekorantt.com – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago meletakkan batu pertama pembangunan Puskesmas Boganatar di Kecamatan Talibura pada Rabu, 15 Juli 2026.
Juventus, dalam kesempatan itu, mengingatkan kontraktor untuk mengerjakan proyek sesuai dengan batas waktu dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan.
“Kita semua tentu tidak ingin pembangunan fasilitas kesehatan ini bernasib sama seperti pengalaman pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Palue pembangunannya bermasalah,” ujarnya.
“Saya minta kontraktor, pengawas, dan konsultan membantu kita untuk memastikan proyek berjalan dengan baik sesuai batas waktu,” sambung Juventus.
Ia mengatakan Puskesmas Boganatar menjadi sebuah harapan baru bagi pelayanan kesehatan di Kecamatan Talibura. Pembangunan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan puskesmas ini,” ujarnya.
Ia meminta semua pihak ikut memantau dan mengawasi proses pembangunan agar selesai tepat waktu dan tuntas.
“Mari kita jaga bersama, mulai hari ini pada peletakan batu pertama hingga selesai dan diresmikannya gedung baru puskesmas ini,” ujar Juventus.
Anggaran pembangunan puskesmas bersumber dari dana DAK tahun anggaran 2026 senilai Rp8.676.477.500. Proyek itu dikerjakan oleh CV Central Pratama dan konsultan pengawas CV Eza Consultant dalam kurun waktu 180 hari kerja terhitung sejak 3 Juli 2026 sampai 29 Desember 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menyatakan anggaran pembangunan Puskesmas Boganatar berasal dari Kementerian Kesehatan yang merupakan hasil perjuangannya bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Puskesmas Boganatar sedianya untuk melayani warga di lima desa yakni Kringa, Ojan, Timutwa, Hikong, Udekduen dengan total penduduk mencapai 5.971 jiwa.
Sebanyak 73 orang tenaga kesehatan yang ditempatkan di fasilitas tersebut antara lain 26 PNS, 29 PPPK, dan 18 PPPK paruh waktu. Rincian profesinya meliputi 24 perawat, 23 bidan, dan 26 tenaga kesehatan lainnya.
Puskesmas Boganatar tidak memiliki dokter sejak Oktober 2025. Pemerintah tengah berupaya mencari solusi, mengingat regulasi melarang perekrutan tenaga sukarela dalam bentuk apa pun.
Camat Talibura, Fransiskus Ismail mengatakan, pihaknya bersama seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat serta seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal proyek pembangunan Puskesmas Boganatar sampai tuntas.
Ia menyampaikan terima kasih atas dimulainya pembangunan puskesmas tersebut. “Tentunya tidak mudah karena pada saat ini kita mengalami efisiensi yang luar biasa.”













