Undana Kupang Latih Peternak di Ngada Racik Pakan dari Bahan Lokal

Secara ekonomi, penggunaan pakan lokal lebih efisien dan tidak mengeluarkan banyak biaya sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat

Bajawa, Ekorantt.com – Tim Dosen Fakultas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melatih peternak di Desa Binawali, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada untuk meracik pakan ternak babi dan sapi dari bahan lokal.

“Persoalan yang dialami masyarakat kita di sini yakni harga pakan yang cukup mahal padahal persediaan pakan lokal mencukupi,” ujar Gusti Ayu Y Lestari selaku ketua tim dosen pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pelatihan itu masuk dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung selama empat hari, 14-17 Juli 2026.

Gusti Ayu mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pembuatan pakan ternak yang berkualitas dan murah dengan memanfaatkan bahan lokal.

Secara ekonomi, penggunaan pakan lokal lebih efisien dan tidak mengeluarkan banyak biaya sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, kata dia.

Menurutnya, tim memilih pelatihan pakan babi dan sapi setelah melihat potensi peternakan yang cukup besar di Desa Binawali.

Selama pelatihan, Gusti Ayu mengaku pihak kampus tidak saja mengajarkan komposisi penggunaan bahan lokal untuk pakan ternak, tapi juga mengedukasi masyarakat menjaga kebersihan kandang dan mencegah ternak terjangkit wabah penyakit seperti ASF.

Bertolomeus Nu’a, salah satu peternak di Desa Binawali, mengaku pelatihan itu sangat bermanfaat bagi para peternak. Ia sendiri memahami pemanfaatan bahan lokal untuk pakan babi karena secara ekonomi nilainya sangat murah.

“Yang jelas sangat berdampak bagi kami masyarakat khususnya peternak,” ujarnya.

Bertolomeus berharap kegiatan serupa bisa berlanjut hingga masyarakat memahami secara baik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penjabat Kepala Desa Binawali, Fridus E. Ede mengatakan, hampir 80 persen dari total 785 jiwa penduduk desa memiliki ternak babi maupun sapi.

“Karena secara budaya, babi tidak bisa lepas dari setiap hajatan baik pesta maupun hajatan budaya,” terang Fridus.

Ia mengatakan ternak babi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Ngada.

Warga sejauh ini mengandalkan batang pisang sebagai bahan pakan ternak. Namun beberapa tahun terakhir banyak pisang terserang penyakit.

Fridus pun berharap dengan pelatihan itu masyarakat bisa mendapatkan ilmu dan alternatif pakan lain.

“Karena kalau pakan pakai beli pasti harganya mahal. Masyarakat punya pendapatan rendah sehingga agak sulit,” kata Fridus.

Untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, kata dia, pemerintah desa mengeluarkan beberapa kebijakan seperti bantuan anak babi yang diberikan kepada masyarakat secara kelompok.

TERKINI
BACA JUGA