Pemprov NTT Anggarkan Rp1,79 Miliar untuk Pameran HUT ke-81 RI

Anggaran tersebut melekat pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT

Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,791 miliar untuk penyelenggaraan Pameran Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT yang akan berlangsung pada 15–29 Agustus 2026.

Anggaran tersebut melekat pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT dan akan dikelola oleh pihak ketiga melalui proses tender yang saat ini masih berlangsung di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Dinas Kominfo NTT, Adi Mandala berkata, anggaran sebesar Rp1,791 miliar bukan hanya diperuntukkan untuk mendatangkan artis nasional sebagaimana sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

“Porsi untuk artis nasional maupun lokal hanya sekitar Rp238 juta. Selebihnya digunakan untuk seluruh rangkaian penyelenggaraan pameran selama 15 sampai 29 Agustus,” kata Adi di Kupang pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan pameran memiliki tujuan yang jauh lebih penting daripada sekadar hiburan. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat nasionalisme sekaligus memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Pameran ini ingin menegaskan bahwa semangat nasionalisme dan kebangsaan harus terus digelorakan, terutama kepada generasi muda agar tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ujarnya.

Pameran juga menjadi sarana publikasi berbagai keberhasilan program pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi NTT selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

“Berbagai capaian pembangunan akan ditampilkan melalui video, videotron, infografis, banner hingga buku informasi di setiap stan perangkat daerah,” terangnya.

Adi menjelaskan, penyelenggaraan pameran juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor riil.

Karena itu, panitia menyediakan 200 stan atau booth gratis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat mempromosikan serta menjual produknya selama kegiatan berlangsung.

“Pameran menjadi ruang interaksi ekonomi sekaligus kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pendidikan hingga masyarakat untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, masyarakat juga akan disuguhi hiburan rakyat yang menghadirkan artis nasional dan artis lokal NTT.

Namun, menurut Adi, hiburan tersebut merupakan bagian pelengkap untuk menciptakan suasana sukacita dalam memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI, bukan sekadar kegiatan hura-hura.

Ia merinci, anggaran Rp1,791 miliar digunakan untuk berbagai kebutuhan penyelenggaraan, antara lain persiapan lokasi, pembangunan panggung utama, penyediaan videotron, instalasi listrik, perlengkapan multimedia, kamera, pencahayaan, hingga dekorasi.

Selain itu, anggaran juga mencakup penyediaan 115 booth bagi organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN dan perbankan, serta 200 booth bagi pelaku UMKM. Setiap OPD juga mengalokasikan anggaran tersendiri untuk menyiapkan materi pameran dan mengikuti karnaval budaya, sementara tenda disediakan oleh panitia.

Adi menambahkan, seluruh proses pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan tersebut dilakukan melalui mekanisme tender dan dikelola oleh pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa anggaran ini digunakan untuk keseluruhan penyelenggaraan pameran pembangunan, bukan hanya untuk menghadirkan artis. Semua prosesnya dilakukan secara terbuka dan saat ini masih berproses di ULP,” tegasnya.

TERKINI
BACA JUGA